![]() |
| (Sumber: https://nasional.news/baiat-ustadz-hanan-attaki-tandai-resmi-gabung-ke-nu/) |
EFEKTIVITAS
DAKWAH DIGITAL USTADZ HANAN ATTAKI: “BANYAK MAIN, BANYAK MANFAAT, BANYAK PAHALA”
Berbicara mengenai umat Islam tentu
tidak lepas dari pembahasan tentang dakwah. Dalam kesehariannya, umat Islam
selalu dihiasi dengan aktivitas dakwah, yang secara sederhana berarti mengajak.
Menurut Kasir dan Awali (2024),
dakwah berasal dari bahasa Arab “da‘wa” yang berarti seruan atau
panggilan. Dalam konteks Islam, dakwah mengacu pada aktivitas menyebarkan
ajaran Islam, mengajak orang untuk memahami, menghayati, dan mengamalkan
nilai-nilai Islam. Dakwah tidak hanya berbentuk ceramah atau khutbah, tetapi
juga mencakup berbagai kegiatan yang bertujuan memperbaiki serta membangun
masyarakat berdasarkan prinsip-prinsip Islam.
Ali (2019) dikutip dalam Kasir dan
Awali (2024) menjelaskan bahwa dakwah melibatkan proses komunikasi yang
efektif, dimana pesan disampaikan dengan cara yang dapat dipahami dan diterima
oleh audiens. Lebih lanjut, Kasir dan Awali (2024) juga menyampaikan, bahwa
berdasarkan teori komunikasi, keberhasilan dakwah sangat bergantung pada unsur-unsur
komunikasi seperti pengirim (da’i), pesan, media, penerima (mad’u),
dan umpan balik.
Di era modern seperti sekarang,
dakwah tidak lagi terbatas pada cara konvensional atau tatap muka langsung.
Dakwah kini juga bisa diakses melalui platform digital. Menurut Kasir &
Awali (2024) Teori Uses and Gratifications (Blumler & Katz) menjelaskan
bahwa audiens dapat secara aktif memilih media dan konten yang sesuai dengan
kebutuhan serta keinginan mereka. Dengan demikian, setiap individu bebas
memilih media dakwah yang paling sesuai dengan dirinya; apakah dakwah langsung
secara tatap muka, atau melalui platform digital seperti Instagram, TikTok,
YouTube, dan lainnya. Pemilihan media ini biasanya menyesuaikan dengan rentang
usia dan karakter audiens, misalnya kalangan orang tua, anak-anak, maupun para
pemuda.
Salah satu contoh da’i yang berhasil
memanfaatkan media digital untuk menjangkau kalangan muda adalah Ustadz Hanan
Attaki. Dalam salah satu platform dakwahnya, yaitu kanal YouTube @HananAttaki,
beliau memiliki 2,98 juta subscriber, dengan total 302 video dengan sekitar
126,7 juta penonton. Dalam deskripsi kanalnya, beliau memperkenalkan diri
sebagai Founder Shift Pemuda Hijrah serta Alumni Al-Azhar Kairo tahun 2004.
Selain itu, beliau juga dikenal sebagai programmer “Dakwah Lifestyle”
anak muda dan pendiri Pesan_trend & Sekolah Rimba. Sebagai seorang da’i,
beliau meneguhkan motto yang khas dan ringan bagi anak muda, yaitu: “Banyak
main, banyak manfaat, banyak pahala.”
Beberapa program yang dijalankan
dalam konten dakwah Ustadz Hanan Attaki antara lain Booster & Lifehacks,
Siroh Nabi & Sahabat, BBN (Barisan Bangun Negeri), Kata UHA, serta Q&A.
Dalam program Booster &
Lifehacks, Ustadz Hanan Attaki membahas berbagai keutamaan amalan sederhana
seperti salat tahajud, sabar, dan sedekah. Beliau juga sering menyinggung
tentang pentingnya menjaga keimanan serta selalu mengingat Allah. Selanjutnya,
dalam program Siroh Nabi & Sahabat, beliau mengenalkan kepada audiens
bagaimana pentingnya memahami sifat, sikap, dan kebiasaan Nabi Muhammad SAW
serta para sahabatnya untuk dijadikan teladan dalam kehidupan sehari-hari.
Program yang ketiga, BBN (Barisan
Bangun Negeri) menampilkan aksi nyata dari dakwah beliau dalam bentuk kegiatan
sosial dan kepedulian terhadap sesama. Tujuannya adalah memotivasi audiens agar
turut berbuat kebaikan, serta menunjukkan bahwa dakwah tidak hanya berupa
kata-kata, tetapi juga tindakan nyata. Kemudian, ada program Q&A, yakni
sesi tanya jawab antara Ustadz Hanan Attaki dan audiensnya. Pertanyaan dikirim
melalui Instagram, lalu dijawab oleh beliau dalam bentuk video singkat (shorts)
di YouTube.
Terakhir, program Kata UHA. Program
ini memiliki konsep yang mirip dengan Q&A, namun disampaikan dalam format
yang lebih panjang, yaitu melalui podcast. Dalam program ini, beliau menjawab
berbagai pertanyaan dengan penjelasan yang lebih mendalam dan reflektif.
Dalam dakwahnya, Ustadz Hanan Attaki
menyampaikan bahwa gaya dakwahnya sengaja tidak menggunakan bahasa yang terlalu
akademis agar audiens tidak kesulitan memahami dan tidak merasa terbebani. Oleh
karena itu, beliau memilih gaya penyampaian yang hangat, menggunakan bahasa
sehari-hari yang sederhana, jelas, dan tidak berbelit-belit. Gaya komunikasi
yang ringan dan mudah dipahami inilah yang kemudian membuat dakwahnya diterima
luas oleh masyarakat, terutama kalangan muda.
Hal ini sejalan dengan respon
positif dari para audiens. Misalnya, dalam konten Siroh Nabi & Sahabat
berjudul “Perasaan Nabi itu Teladan”, yang telah ditonton 237 ribu kali dan
mendapat 9,2 ribu likes. Komentar dari @febriyanto19 menuliskan, “Inilah
ustadz yang dapat menarik pemuda-pemudi ke jalan Allah. Bahkan dengar suaranya
saja hati terasa damai. Cara tutur kata dan penampilannya sederhana. Apalagi
jika mendengarkan beliau melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Selalu dalam perlindungan
Allah, ustadz. Dan buat pemuda-pemudi, tetap istiqamah di jalan Allah...
insyaAllah.”
Respon positif serupa juga terlihat
pada konten Q&A berjudul “Saat Ragu Sama Allah, Gimana?”, seperti komentar
dari @soem_279, “Subhanallah... suka sama pembawaan dakwahnya, merangkul
semua kalangan, apalagi anak muda. Sehat terus ustadz, semoga terus menebar
kebaikan dan bisa memberi nasihat-nasihat bermanfaat. Aamiin.”
Gaya dakwah Ustadz Hanan Attaki
tidak hanya menyentuh sisi emosional dan batin audiens, tetapi juga membantu
mereka lebih memahami ilmu agama yang disampaikan.
Hal ini tampak dalam komentar
audiens pada konten Kata UHA berjudul “Mengejar Prioritas dari Cinta - Ustadz
Hanan Attaki #KataUHA13”, dimana @mdjajusman9427 menulis, “Baru ngeh
bahwa selama ini aku beribadah cuma transaksional, belum menghadirkan cinta.
Makanya gampang patah, gampang kecewa, gampang futur. Astaghfirullah... trims
ustadz ilmunya, walaupun cuma 10 menitan tapi mengena banget.”
Dakwah Ustadz Hanan Attaki juga
memberikan semangat dan motivasi bagi audiens untuk terus berproses menjadi
lebih baik. Seperti komentar dari @masbroe8124, “Jujur, saya lagi
mengalami masalah was-was soal akidah. Alhamdulillah dengan banyak dengar
ceramah ustadz, saya jadi lebih semangat dalam berhijrah. Semoga ustadz selalu
dalam lindungan Allah SWT.”
Komentar lainnya dari @primaoza
menambahkan, “Setiap hati lelah, setiap iman melemah, salah satu yang
merecharge hati dan iman saya adalah kajian-kajian Ustadz Hanan. Semoga Allah
selalu menjaga ustadz. Jazakumullah khairan.”
Berdasarkan data dan pengamatan,
dapat disimpulkan bahwa channel YouTube Ustadz Hanan Attaki sangat efektif
sebagai media dakwah digital. Alasannya adalah gaya penyampaian beliau yang
santai dan menenangkan membuat pesan agama mudah diterima oleh semua kalangan,
terutama anak muda. Respons audiens yang positif dan reflektif juga menunjukkan
bahwa konten beliau tidak hanya ditonton, tapi sekaligus dirasakan maknanya.
Data statistic seperti jumlah views yang sudah mencapai jutaan, ribuan likes dan
beragam komentar pun menunjukkan bahwa jangkauan dakwah beliau cukup luas dan
relevan. Kontennya edukatif, inspiratif, dan aplikatif, membantu masyarakat
memahami Islam bukan hanya secara teori, tapi juga dalam praktik hidup
sehari-hari.
Sebagai seorang da’i yang juga dikenal
sebagai programmer “Dakwah Lifestyle” anak muda, isi ceramah Ustadz
Hanan Attaki sangat relevan dengan kehidupan generasi muda masa kini. Seperti
dalam program Kata UHA, dengan tema “Mengejar Prioritas dari Cinta”, menunjukkan
bahwa beliau memahami keresahan dan dinamika anak muda, mulai dari urusan iman,
semangat hidup, hingga masalah perasaan. Pada program Booster & Lifehack
- “Menandingi Keutamaan Tahajud & Puasa? Bisa Banget!”, beliau juga
menyampaikan pesan agar anak muda tidak merasa minder dalam beribadah dan tetap
semangat mencari cara mendekatkan diri kepada Allah sesuai kemampuan
masing-masing. Hal ini menjadikan dakwah beliau terasa relatable dan
tidak terkesan menggurui.
Dalam sebagian besar video, Ustadz
Hanan juga menyertakan dalil dari Al-Qur’an dan hadis untuk memperkuat pesan
dakwahnya. Misalnya, dalam konten Booster & Lifehack - “Menandingi
Keutamaan Tahajud & Puasa? Bisa Banget!” bersumber pada surah An-Nisa ayat 32,
yang artinya bahwa “janganlah kalian iri hati terhadap karunia Allah Ta'ala
yang diberikan kepada sebagian yang lain”.
Namun, terkadang tidak semua video
menampilkan sumber ayat secara eksplisit di layar atau dalam narasi, sehingga
penonton awam mungkin sulit mencatat referensi dengan jelas. Akan lebih baik
jika setiap potongan ayat atau hadis juga ditampilkan secara visual agar
semakin mudah dipahami dan diingat.
Dengan pembawaan dakwahnya, Ustadz
Hanan Attaki bisa dibilang santai, hangat, dan mudah diterima. Beliau
menggunakan bahasa yang ringan dan akrab, sehingga membuat pendengar merasa
nyaman dan tidak tertekan. Suaranya lembut dan penuh empati, cocok untuk audiens
muda yang membutuhkan sosok panutan yang tidak menghakimi. Banyak penonton juga
mengomentari bahwa mendengarkan ceramah beliau membuat hati terasa tenang dan
termotivasi. Gaya ini menjadi salah satu kekuatan utama kontennya.
Meskipun sebagian besar kontennya
berupa potongan dari ceramah langsung maupun podcast bersama host podcast itu
sendiri, Ustadz Hanan Attaki tetap mampu menjaga kedekatan dengan audiens, melalui
gaya berbicara yang seolah-olah berinteraksi langsung kepada audiens. Selain
itu, kolom komentar pada videonya menunjukkan interaksi aktif dari jamaah yang
menanggapi dengan refleksi pribadi dan doa. Respon beliau terhadap anak muda
juga terlihat di program BBN (Barisan Bangun Negeri) yang berisi kegiatan
sosial nyata, seperti membantu pasien dan keluarga yang membutuhkan. Ini
menunjukkan bahwa dakwahnya tidak hanya berhenti di kata-kata, tapi diwujudkan
dalam aksi nyata.
Secara keseluruhan, konten dakwah
Ustadz Hanan Attaki berhasil menyentuh hati banyak anak muda karena kemasannya
yang ringan, penuh makna, dan tidak menggurui. Beliau mampu membangun citra
sebagai ustadz yang relevan, inspiratif, dan membumi. Namun, beberapa hal yang perlu
ditingkatkan, seperti menampilkan sumber ayat dan hadis secara konsisten di
layar agar penonton mudah mencatat dan belajar lebih dalam.
Menurut Kolb & Whishaw (2014)
yang dikutip dalam Khotimah dkk (2019), berbagai penelitian juga menunjukkan
bahwa pembelajaran menjadi lebih optimal melalui teknik visualisasi. Lebih
lanjut, Khotimah dkk (2019) menambahkan bahwa mata manusia lebih cepat
menangkap informasi dalam bentuk visual (grafis) dibandingkan teks, sehingga
perhatian audiens pun menjadi lebih besar untuk memahami isi pesan yang
disampaikan.
Dengan beberapa penyempurnaan
tersebut, kanal dakwah Ustadz Hanan Attaki nantinya akan berpotensi semakin
kuat dalam berperan sebagai media edukasi spiritual yang dekat dengan generasi
muda dan tetap menebarkan nilai-nilai Islam yang positif.
SUMBER
REFERENSI
Kasir, I., & Awali, S. (2024). Peran dakwah digital dalam menyebarkan pesan Islam di era modern. Jurnal An-Nasyr: Jurnal Dakwah Dalam Mata Tinta, 11(1), 59-68.
Khotimah, H., Supena, A., & Hidayat, N. (2019). Meningkatkan attensi belajar siswa kelas awal melalui media visual. Jurnal Pendidikan Anak, 8(1), 17-28.
Penulis: Riris Rizki Maulida
Ditulis sebagai Tugas Ujian Tengah Semester (UTS) mata kuliah Islam dan Media

Tidak ada komentar:
Posting Komentar