Senin, 05 Januari 2026

[ESAI] ANALISIS EFEKTIVITAS KONTEN DAKWAH

 

(Sumber: https://nasional.news/baiat-ustadz-hanan-attaki-tandai-resmi-gabung-ke-nu/)

EFEKTIVITAS DAKWAH DIGITAL USTADZ HANAN ATTAKI: “BANYAK MAIN, BANYAK MANFAAT, BANYAK PAHALA”

            Berbicara mengenai umat Islam tentu tidak lepas dari pembahasan tentang dakwah. Dalam kesehariannya, umat Islam selalu dihiasi dengan aktivitas dakwah, yang secara sederhana berarti mengajak.

            Menurut Kasir dan Awali (2024), dakwah berasal dari bahasa Arab “da‘wa” yang berarti seruan atau panggilan. Dalam konteks Islam, dakwah mengacu pada aktivitas menyebarkan ajaran Islam, mengajak orang untuk memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai Islam. Dakwah tidak hanya berbentuk ceramah atau khutbah, tetapi juga mencakup berbagai kegiatan yang bertujuan memperbaiki serta membangun masyarakat berdasarkan prinsip-prinsip Islam.

            Ali (2019) dikutip dalam Kasir dan Awali (2024) menjelaskan bahwa dakwah melibatkan proses komunikasi yang efektif, dimana pesan disampaikan dengan cara yang dapat dipahami dan diterima oleh audiens. Lebih lanjut, Kasir dan Awali (2024) juga menyampaikan, bahwa berdasarkan teori komunikasi, keberhasilan dakwah sangat bergantung pada unsur-unsur komunikasi seperti pengirim (da’i), pesan, media, penerima (mad’u), dan umpan balik.

            Di era modern seperti sekarang, dakwah tidak lagi terbatas pada cara konvensional atau tatap muka langsung. Dakwah kini juga bisa diakses melalui platform digital. Menurut Kasir & Awali (2024) Teori Uses and Gratifications (Blumler & Katz) menjelaskan bahwa audiens dapat secara aktif memilih media dan konten yang sesuai dengan kebutuhan serta keinginan mereka. Dengan demikian, setiap individu bebas memilih media dakwah yang paling sesuai dengan dirinya; apakah dakwah langsung secara tatap muka, atau melalui platform digital seperti Instagram, TikTok, YouTube, dan lainnya. Pemilihan media ini biasanya menyesuaikan dengan rentang usia dan karakter audiens, misalnya kalangan orang tua, anak-anak, maupun para pemuda.

            Salah satu contoh da’i yang berhasil memanfaatkan media digital untuk menjangkau kalangan muda adalah Ustadz Hanan Attaki. Dalam salah satu platform dakwahnya, yaitu kanal YouTube @HananAttaki, beliau memiliki 2,98 juta subscriber, dengan total 302 video dengan sekitar 126,7 juta penonton. Dalam deskripsi kanalnya, beliau memperkenalkan diri sebagai Founder Shift Pemuda Hijrah serta Alumni Al-Azhar Kairo tahun 2004. Selain itu, beliau juga dikenal sebagai programmer “Dakwah Lifestyle” anak muda dan pendiri Pesan_trend & Sekolah Rimba. Sebagai seorang da’i, beliau meneguhkan motto yang khas dan ringan bagi anak muda, yaitu: “Banyak main, banyak manfaat, banyak pahala.”

            Beberapa program yang dijalankan dalam konten dakwah Ustadz Hanan Attaki antara lain Booster & Lifehacks, Siroh Nabi & Sahabat, BBN (Barisan Bangun Negeri), Kata UHA, serta Q&A.

            Dalam program Booster & Lifehacks, Ustadz Hanan Attaki membahas berbagai keutamaan amalan sederhana seperti salat tahajud, sabar, dan sedekah. Beliau juga sering menyinggung tentang pentingnya menjaga keimanan serta selalu mengingat Allah. Selanjutnya, dalam program Siroh Nabi & Sahabat, beliau mengenalkan kepada audiens bagaimana pentingnya memahami sifat, sikap, dan kebiasaan Nabi Muhammad SAW serta para sahabatnya untuk dijadikan teladan dalam kehidupan sehari-hari.

            Program yang ketiga, BBN (Barisan Bangun Negeri) menampilkan aksi nyata dari dakwah beliau dalam bentuk kegiatan sosial dan kepedulian terhadap sesama. Tujuannya adalah memotivasi audiens agar turut berbuat kebaikan, serta menunjukkan bahwa dakwah tidak hanya berupa kata-kata, tetapi juga tindakan nyata. Kemudian, ada program Q&A, yakni sesi tanya jawab antara Ustadz Hanan Attaki dan audiensnya. Pertanyaan dikirim melalui Instagram, lalu dijawab oleh beliau dalam bentuk video singkat (shorts) di YouTube.

            Terakhir, program Kata UHA. Program ini memiliki konsep yang mirip dengan Q&A, namun disampaikan dalam format yang lebih panjang, yaitu melalui podcast. Dalam program ini, beliau menjawab berbagai pertanyaan dengan penjelasan yang lebih mendalam dan reflektif.

            Dalam dakwahnya, Ustadz Hanan Attaki menyampaikan bahwa gaya dakwahnya sengaja tidak menggunakan bahasa yang terlalu akademis agar audiens tidak kesulitan memahami dan tidak merasa terbebani. Oleh karena itu, beliau memilih gaya penyampaian yang hangat, menggunakan bahasa sehari-hari yang sederhana, jelas, dan tidak berbelit-belit. Gaya komunikasi yang ringan dan mudah dipahami inilah yang kemudian membuat dakwahnya diterima luas oleh masyarakat, terutama kalangan muda.

            Hal ini sejalan dengan respon positif dari para audiens. Misalnya, dalam konten Siroh Nabi & Sahabat berjudul “Perasaan Nabi itu Teladan”, yang telah ditonton 237 ribu kali dan mendapat 9,2 ribu likes. Komentar dari @febriyanto19 menuliskan, “Inilah ustadz yang dapat menarik pemuda-pemudi ke jalan Allah. Bahkan dengar suaranya saja hati terasa damai. Cara tutur kata dan penampilannya sederhana. Apalagi jika mendengarkan beliau melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Selalu dalam perlindungan Allah, ustadz. Dan buat pemuda-pemudi, tetap istiqamah di jalan Allah... insyaAllah.”

            Respon positif serupa juga terlihat pada konten Q&A berjudul “Saat Ragu Sama Allah, Gimana?”, seperti komentar dari @soem_279, “Subhanallah... suka sama pembawaan dakwahnya, merangkul semua kalangan, apalagi anak muda. Sehat terus ustadz, semoga terus menebar kebaikan dan bisa memberi nasihat-nasihat bermanfaat. Aamiin.”

            Gaya dakwah Ustadz Hanan Attaki tidak hanya menyentuh sisi emosional dan batin audiens, tetapi juga membantu mereka lebih memahami ilmu agama yang disampaikan.

            Hal ini tampak dalam komentar audiens pada konten Kata UHA berjudul “Mengejar Prioritas dari Cinta - Ustadz Hanan Attaki #KataUHA13”, dimana @mdjajusman9427 menulis, “Baru ngeh bahwa selama ini aku beribadah cuma transaksional, belum menghadirkan cinta. Makanya gampang patah, gampang kecewa, gampang futur. Astaghfirullah... trims ustadz ilmunya, walaupun cuma 10 menitan tapi mengena banget.”

            Dakwah Ustadz Hanan Attaki juga memberikan semangat dan motivasi bagi audiens untuk terus berproses menjadi lebih baik. Seperti komentar dari @masbroe8124, “Jujur, saya lagi mengalami masalah was-was soal akidah. Alhamdulillah dengan banyak dengar ceramah ustadz, saya jadi lebih semangat dalam berhijrah. Semoga ustadz selalu dalam lindungan Allah SWT.”

            Komentar lainnya dari @primaoza menambahkan, “Setiap hati lelah, setiap iman melemah, salah satu yang merecharge hati dan iman saya adalah kajian-kajian Ustadz Hanan. Semoga Allah selalu menjaga ustadz. Jazakumullah khairan.”

            Berdasarkan data dan pengamatan, dapat disimpulkan bahwa channel YouTube Ustadz Hanan Attaki sangat efektif sebagai media dakwah digital. Alasannya adalah gaya penyampaian beliau yang santai dan menenangkan membuat pesan agama mudah diterima oleh semua kalangan, terutama anak muda. Respons audiens yang positif dan reflektif juga menunjukkan bahwa konten beliau tidak hanya ditonton, tapi sekaligus dirasakan maknanya. Data statistic seperti jumlah views yang sudah mencapai jutaan, ribuan likes dan beragam komentar pun menunjukkan bahwa jangkauan dakwah beliau cukup luas dan relevan. Kontennya edukatif, inspiratif, dan aplikatif, membantu masyarakat memahami Islam bukan hanya secara teori, tapi juga dalam praktik hidup sehari-hari.

            Sebagai seorang da’i yang juga dikenal sebagai programmer “Dakwah Lifestyle” anak muda, isi ceramah Ustadz Hanan Attaki sangat relevan dengan kehidupan generasi muda masa kini. Seperti dalam program Kata UHA, dengan tema “Mengejar Prioritas dari Cinta”, menunjukkan bahwa beliau memahami keresahan dan dinamika anak muda, mulai dari urusan iman, semangat hidup, hingga masalah perasaan. Pada program Booster & Lifehack - “Menandingi Keutamaan Tahajud & Puasa? Bisa Banget!”, beliau juga menyampaikan pesan agar anak muda tidak merasa minder dalam beribadah dan tetap semangat mencari cara mendekatkan diri kepada Allah sesuai kemampuan masing-masing. Hal ini menjadikan dakwah beliau terasa relatable dan tidak terkesan menggurui.

            Dalam sebagian besar video, Ustadz Hanan juga menyertakan dalil dari Al-Qur’an dan hadis untuk memperkuat pesan dakwahnya. Misalnya, dalam konten Booster & Lifehack - “Menandingi Keutamaan Tahajud & Puasa? Bisa Banget!” bersumber pada surah An-Nisa ayat 32, yang artinya bahwa “janganlah kalian iri hati terhadap karunia Allah Ta'ala yang diberikan kepada sebagian yang lain”.

            Namun, terkadang tidak semua video menampilkan sumber ayat secara eksplisit di layar atau dalam narasi, sehingga penonton awam mungkin sulit mencatat referensi dengan jelas. Akan lebih baik jika setiap potongan ayat atau hadis juga ditampilkan secara visual agar semakin mudah dipahami dan diingat.

            Dengan pembawaan dakwahnya, Ustadz Hanan Attaki bisa dibilang santai, hangat, dan mudah diterima. Beliau menggunakan bahasa yang ringan dan akrab, sehingga membuat pendengar merasa nyaman dan tidak tertekan. Suaranya lembut dan penuh empati, cocok untuk audiens muda yang membutuhkan sosok panutan yang tidak menghakimi. Banyak penonton juga mengomentari bahwa mendengarkan ceramah beliau membuat hati terasa tenang dan termotivasi. Gaya ini menjadi salah satu kekuatan utama kontennya.

            Meskipun sebagian besar kontennya berupa potongan dari ceramah langsung maupun podcast bersama host podcast itu sendiri, Ustadz Hanan Attaki tetap mampu menjaga kedekatan dengan audiens, melalui gaya berbicara yang seolah-olah berinteraksi langsung kepada audiens. Selain itu, kolom komentar pada videonya menunjukkan interaksi aktif dari jamaah yang menanggapi dengan refleksi pribadi dan doa. Respon beliau terhadap anak muda juga terlihat di program BBN (Barisan Bangun Negeri) yang berisi kegiatan sosial nyata, seperti membantu pasien dan keluarga yang membutuhkan. Ini menunjukkan bahwa dakwahnya tidak hanya berhenti di kata-kata, tapi diwujudkan dalam aksi nyata.

            Secara keseluruhan, konten dakwah Ustadz Hanan Attaki berhasil menyentuh hati banyak anak muda karena kemasannya yang ringan, penuh makna, dan tidak menggurui. Beliau mampu membangun citra sebagai ustadz yang relevan, inspiratif, dan membumi. Namun, beberapa hal yang perlu ditingkatkan, seperti menampilkan sumber ayat dan hadis secara konsisten di layar agar penonton mudah mencatat dan belajar lebih dalam.

            Menurut Kolb & Whishaw (2014) yang dikutip dalam Khotimah dkk (2019), berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa pembelajaran menjadi lebih optimal melalui teknik visualisasi. Lebih lanjut, Khotimah dkk (2019) menambahkan bahwa mata manusia lebih cepat menangkap informasi dalam bentuk visual (grafis) dibandingkan teks, sehingga perhatian audiens pun menjadi lebih besar untuk memahami isi pesan yang disampaikan.

            Dengan beberapa penyempurnaan tersebut, kanal dakwah Ustadz Hanan Attaki nantinya akan berpotensi semakin kuat dalam berperan sebagai media edukasi spiritual yang dekat dengan generasi muda dan tetap menebarkan nilai-nilai Islam yang positif.


SUMBER REFERENSI

Kasir, I., & Awali, S. (2024). Peran dakwah digital dalam menyebarkan pesan Islam di era modern. Jurnal An-Nasyr: Jurnal Dakwah Dalam Mata Tinta11(1), 59-68.

Khotimah, H., Supena, A., & Hidayat, N. (2019). Meningkatkan attensi belajar siswa kelas awal melalui media visual. Jurnal Pendidikan Anak8(1), 17-28.

Penulis: Riris Rizki Maulida

Ditulis sebagai Tugas Ujian Tengah Semester (UTS) mata kuliah Islam dan Media

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

[ARTIKEL] “SELF-WORTH DALAM PANDANGAN ISLAM: PEMAHAMAN MENGENAI NILAI DIRI INDIVIDU”

Riris, Yusuf (Host Malam Puncak OSI Nasional & Festival Mahasantri 20025) Dalam menjalani sebuah proses kehidupan, individu bertahan s...