Minggu, 04 Januari 2026

ANALISIS BUDAYA, IKLIM DAN INTERAKSI KOMUNIKASI ORGANISASI KSR UIN SAIZU

 

(KSR Organization/uinsaizu.ac.id publicated)

Organisasi KSR (Korp Sukarela) merupakan sebuah organisasi  bagian dari Palang Merah Indonesia (PMI) yang dibentuk dengan tujuan untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat melalui kegiatan sukarela yang berfokus pada kemanusiaan. Konsep utama dari organisasi ini adalah penerapan prinsip-prinsip kemanusiaan, tanggung jawab, dan solidaritas di tengah masyarakat. KSR biasanya bergerak dalam bidang penyelamatan, pertolongan pertama, dan pengabdian masyarakat. Anggota KSR diharapkan tidak hanya memiliki keterampilan dan pengetahuan yang mumpuni dalam bidangnya, tetapi juga memiliki rasa kepedulian yang tinggi terhadap sesama dan situasi sosial yang ada di sekitar mereka.

Sebagai sebuah organisasi, KSR memiliki sebuah budaya, iklim dan interaksi komunikasi yang terjalin dalam lingkupnya. Budaya organisasi merujuk pada nilai-nilai, norma-norma, kepercayaan, dan kebiasaan yang dianut dan diikuti oleh seluruh anggota organisasi, mencakup cara berpikir, bertindak, dan berinteraksi dalam lingkungannya. Sementara iklim organisasi lebih mengarah pada suasana yang dirasakan oleh anggota organisasi. Iklim ini mencerminkan tingkat kenyamanan, motivasi, dan kepuasan kerja dalam suatu organisasi yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti gaya kepemimpinan, hubungan antar anggota, serta sistem penghargaan atau evaluasi yang diterapkan. Sedangkan interaksi komunikasi dalam organisasi merujuk pada cara anggota organisasi saling berkomunikasi satu sama lain, meliputi komunikasi formal (seperti rapat, laporan, dan instruksi) dan informal (seperti obrolan santai di luar jam kerja atau dalam grup obrolan).

Nah, untuk mengetahui secara lebih spesifik bentuk suatu budaya, iklim dan interaksi komunikasi yang terjalin dalam organisasi KSR, Saya melakukan wawancara terkait hal tersebut dengan salah satu anggota KSR UIN SAIZU, yaitu Mba Aninda, selaku Divisi Diklat (Pendidikan dan Pelatihan), yang dilaksanakan pada:

Hari/Tanggal   : Sabtu, 26 April 2025

Waktu              : 22.00 – 22.30

Tempat            : Kos

            Menurut pernyataan Mba Anin, budaya dalam organisasi KSR sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai kemanusiaan, sukarela, dan tanggung jawab. Anggota diharapkan untuk memiliki semangat kemanusiaan dan bersikap sukarela dalam menjalankan tugas mereka. Nilai-nilai ini terwujud dalam berbagai kegiatan dan interaksi mereka sehari-hari. Norma yang berlaku di dalam organisasi juga tercermin melalui adanya diskusi terbuka di markas, yang melibatkan anggota muda (yakni anggota yang baru dilantik), biasa (anggota kepengurusan), dan luar biasa (kepengurusan dua periode) dan menjadi kebiasaan yang membantu anggota bertukar ide serta pengalaman. Selain itu, terdapat ritual dan tradisi rutin seperti pelatihan yang diadakan setiap dua minggu sekali, dimana anggota biasa sering menjadi pemateri, dan kegiatan ini diisi dengan teori serta praktik. Hal ini memungkinkan anggota untuk berlatih dan langsung terjun ke masyarakat. Bahasa yang digunakan dalam organisasi juga memiliki ciri khas, dengan istilah seperti "siap," "sigap," dan "tanggap" yang menggambarkan kesiapan anggota dalam menjalankan tugas. Mba Anin juga menyatakan bahwa gaya kepemimpinan dalam KSR cenderung santai dan komunikatif, pemimpin atau yang sering disebut “Komandan” dalam KSR UIN SAIZU ini merupakan pemimpin yang menjaga komunikasi dengan baik dan memastikan setiap anggota merasa nyaman dalam menyampaikan pendapat.

            Iklim dalam organisasi KSR juga terbilang fleksibel dan penuh rasa kekeluargaan. Aturan dan kebijakan organisasi tidak kaku, memberikan ruang bagi anggota untuk berinisiatif dan berkontribusi dalam setiap program kerja. Anggota muda didorong untuk aktif dan berpartisipasi, dan mereka diberi tanggung jawab sesuai dengan kemampuan mereka, namun tetap mendapat dukungan penuh dari anggota yang lebih berpengalaman. Hal ini membuat setiap anggota merasa dipercaya untuk menjalankan tugasnya, dan organisasi berusaha memastikan bahwa semua anggota memiliki kesempatan untuk berkembang. Akan tetapi, meski memiliki kebijakan yang terbilang fleksibel, standar kerja dalam KSR cukup tinggi, dimana setiap anggota harus menandatangani janji dalam AD-ART untuk memastikan mereka tidak melanggar aturan dan tetap bertanggung jawab. Di balik itu, penghargaan dan pengakuan terhadap usaha anggota diberikan dalam bentuk apresiasi berupa barang di akhir periode atau di setiap bulan terselenggaranya program kerja untuk anggota yang aktif dan berprestasi, seperti dalam bidang pelatihan PMR atau pengabdian masyarakat.

Kemudian, interaksi komunikasi dalam organisasi KSR berjalan dengan lancar, baik secara vertikal maupun horizontal. Komunikasi vertikal, baik dari anggota ke pemimpin maupun sebaliknya, dilakukan dengan cara yang sopan dan hati-hati. Kritik dan saran biasanya disampaikan oleh anggota kepada pengurus terlebih dahulu dalam rapat pengurus, sebelum diteruskan ke anggota lainnya untuk menghindari kesalahpahaman. Di sisi lain, komunikasi horizontal antar anggota juga berlangsung dalam suasana kekeluargaan, dimana tidak ada sekat antar anggota. Dalam rapat formal, meskipun sebagian anggota masih pasif, pengurus berusaha mencairkan suasana dengan memotivasi anggota muda untuk bertanya dan berbagi pendapat. Komunikasi informal di luar jam kerja juga terjalin baik, dengan anggota yang bisa berbicara santai dan bercanda satu sama lain, menciptakan suasana yang seimbang antara serius dan santai dalam setiap pertemuan.

Kesimpulan dari laporan hasil observasi ini menunjukkan bahwa organisasi KSR UIN SAIZU memiliki budaya, iklim, dan interaksi komunikasi yang sangat mendukung perkembangan anggotanya. Nilai-nilai kemanusiaan, sukarela, dan tanggung jawab menjadi dasar yang kuat dalam setiap kegiatan dan interaksi anggota. Norma-norma yang ada, seperti diskusi terbuka dan kebiasaan bertukar pikiran, memperkuat kebersamaan dan kolaborasi antar anggota. Ritual dan tradisi seperti pelatihan rutin juga menjadi sarana yang efektif bagi anggota untuk terus belajar dan berkembang, baik dalam teori maupun praktik. Iklim organisasi yang fleksibel dan penuh kekeluargaan juga memberikan ruang bagi setiap anggota untuk berinisiatif dan merasa dihargai dalam setiap program kerja. Serta pemberian penghargaan atas prestasi dan kontribusi juga menjadi salah satu faktor yang menjaga motivasi dan semangat anggota. Di sisi lain, meskipun kebijakan yang diterapkan tidak kaku, standar kerja yang tinggi tetap dijaga untuk memastikan kualitas dan tanggung jawab setiap anggota. Selain itu, Interaksi komunikasi dalam organisasi ini, baik secara vertikal maupun horizontal, terjalin dengan baik. Secara keseluruhan, KSR UIN SAIZU berhasil menciptakan lingkungan organisasi yang mendukung pengembangan individu dan kebersamaan, dengan fokus pada kemanusiaan dan keberlanjutan dalam setiap kegiatan yang dijalankan.

Penulis: Riris Rizki Maulida

Ditulis sebagai Tugas Ujian Tengah Semester (UTS) mata kuliah Komunikasi Organisasi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

[ARTIKEL] “SELF-WORTH DALAM PANDANGAN ISLAM: PEMAHAMAN MENGENAI NILAI DIRI INDIVIDU”

Riris, Yusuf (Host Malam Puncak OSI Nasional & Festival Mahasantri 20025) Dalam menjalani sebuah proses kehidupan, individu bertahan s...