![]() |
| (Generate Image by Gemini AI) |
1. Definisi,
Konsep dan Contoh Cyber Writing pada Dunia Digital
Cyber writing merujuk pada praktik menulis yang
dilakukan di ruang digital, memanfaatkan teknologi internet dan platform online
untuk menciptakan, menyebarkan, dan berbagi informasi. Konsep ini berakar pada
perkembangan teknologi informasi yang memungkinkan interaksi yang lebih
dinamis. Maksudnya adalah, cyber writing memberikan konsep yang dapat
menyesuaikan dan meningkatkan interaktivitas dan aksebilitas antara penulis dan
pembaca. Dalam bidang sastra khususnya, munculnya sastra cyber yang dimulai
perkembangannya bersamaan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
internet. Pada perkembangannya, sastra cyber menjadi alternatif yang baru dan
menarik bagi para sastrawan untuk memperkenalkan karyanya kepada masyarakat.
Keberadaan berbagai karya sastra di internet ini memunculkan satu genre baru
yang dikenal masyarakat sebagai Sastra Cyber. Blog, website, tumblr, facebook,
dan twitter merupakan tempat untuk publikasi karya dalam internet. Siapapun
penulis yang ingin mempublikasi karyanya dapat dengan mudah mengunggahnya pada
situs internet melalui media yang tepat.
Dalam konteks ini, cyber writing mencakup berbagai
bentuk komunikasi digital, termasuk artikel, blog, media sosial, dan konten
multimedia.
1. Karakteristik
Konten Digital Yang Efektif di Media Sosial
Menurut Solis, Brian. (2010). yang menggagas social
media club mengemukakan bahwa terdapat empat C dalam mengoperasikan media
sosial yaitu:
a. Context
“How we frame our stories.” Konteks adalah cara atau bentuk
dalam menyampaikan suatu pesan kepada khalayak.
b. Communication
“The practice of sharing our story as well as listening, responding, and
growing.” Komunikasi adalah praktek dalam menyampaikan atau
dalam membagi (sharing) dan juga mendengarkan, merespon dan mengembangkan pesan
ke pada khalayak.
c. Collaboration
“Working together to make things better and more efficient and effective.”
Kolaborasi adalah bekerja bersama-sama antara pemberi dan penerima pesan agar
pesan yang disampaikan lebih efektif dan efesien.
d. Connection
“The relationships we forge and maintain.” Koneksi adalah
hubungan yang terjalin dan terbina antara pemberi dan penerima pesan.
Salah satu contoh jenis konten media sosial yang
banyak diminati pengguna adalah reels Instagram. Konten yang ditawarkan oleh
reels Instagram memuat informasi yang to the pint dengan durasi waktu yang
efektif. Sehingga para pengguna Instagram dan penikmat isi konten pada aplikasi
tersebut lebih efisien dalam menerima informasi baru.
1. Pentingnya
Observasi Lapangan dalam Penulisan Esai
a. Memperdalam
Pemahaman Konteks
Melalui
observasi, penulis dapat memahami konteks sosial, budaya, dan lingkungan dari
subjek yang diteliti. Pemahaman ini sangat penting untuk menulis esai yang
mendalam dan bermakna. Misalnya, ketika menulis tentang perilaku sosial dalam
komunitas tertentu, observasi lapangan memberikan wawasan yang tidak dapat
diperoleh hanya dari literatur atau data sekunder
b. Mendukung
Argumentasi dengan Bukti Empiris
Observasi
lapangan memberikan bukti empiris yang dapat digunakan untuk mendukung klaim
dalam esai. Dengan menyajikan data dari pengamatan langsung, penulis dapat
memperkuat argumen mereka dan meningkatkan kredibilitas tulisan. Ini juga
membantu pembaca untuk melihat bukti konkret di balik pernyataan yang dibuat.
Contohnya, Jika seorang penulis esai ingin membahas
budaya suatu tempat ibadah seperti pura, observasi lapangan menjadi sangat
penting. Tempat ibadah seperti pura tidak hanya dipengaruhi oleh agama, tetapi
juga budaya lokal yang mengelilinginya. Penulis dapat melakukan observasi
lapangan dengan bertemu narasumber terkait, seperti pemangku adat yang
bertanggung jawab di pura tersebut. Melalui wawancara, penulis memperoleh data
konkret yang dapat mendukung argumentasi dan memperkuat isi esai yang ditulis.
SUMBER REFERENSI
Joesyiana, K. (2018). Penerapan metode
pembelajaran observasi lapangan (outdoor study) pada mata kuliah manajemen
operasional (survey pada mahasiswa jurusan manajemen semester III Sekolah
Tinggi Ilmu Ekonomi Persada Bunda). PeKA: Jurnal Pendidikan Ekonomi Akuntansi
FKIP UIR, 6(2), 90.
Khusniyah, A. (2019). Perkembangan puisi
cyber sastra di Indonesia. Prosiding Seminar Literasi IV: Menjawab tantangan
pendidikan melalui literasi budaya pada era disrupsi, 14 November 2019,
Semarang. UIN Walisongo Semarang.
Yusmanizar, Thahir H., Alimuddin U., &
Muh Yunus. (2020). Analisis karakteristik penggunaan media sosial pada Dinas
Komunikasi dan Informatika Kota Makassar. Jurnalisa, 6(2), 200.
Ditulis sebagai Tugas Ujian Akhir Semester mata kuliah Creative Writing

Tidak ada komentar:
Posting Komentar