Minggu, 04 Januari 2026

[OPINI] KUNCI KESEHATAN MENTAL DI ERA DIGITAL: "BERHENTI MEMBANDINGKAN, MULAI MENERIMA DIRI"

 

(Generate Image by Gemini AI)

        Di era digital sekarang ini, ramai para pengguna sosial media mulai membangun social branding untuk memperkuat eksistensi dirinya dalam kehidupan ataupun karir. Beberapa pengguna yang lain masih sering terbelenggu dalam krisis identitas sehingga sibuk membandingkan diri. Sering membandingkan diri dengan pencapaian orang lain terkadang menjadikan kita hanya bersembunyi dibalik kata insecure dan takut untuk maju apabila hasilnya tidak berhasil seperti orang lain. Hal inilah yang dapat merusak kesehatan mental seseorang di era digital ini, karena rasa tidak puas terhadap diri sendiri dan tidak berkembang menjadi lebih baik.

            Menurut Direktur Regional WHO untuk  Eropa,  meningkatkan  jumlah  anak  laki-laki  dan  perempuan  di  seluruh  wilayah  eropa yang  melaporkan  kesehatan  mental  yang buruk,  merasa  rendah  diri,  gugup  atau  mudah tersinggung yang disebabkan oleh beberapa faktor seperti budaya, ekonomi dan penggunaan teknologi digital. Ketersinggungan tersebut bisa terjadi karena adanya faktor terluka harga dirinya karena tidak mampu untuk mendapat pencapaian seperti yang sudah orang lain dapatkan yang terpajang pada dunia maya. Padahal seharusnya, dengan adanya sosial media justru menjadikan kita lebih termotivasi untuk ikut mengembangkan diri kita sesuai passion yang kita punya. Berhentilah membandingkan diri kita dan mulai menerima potensi yang kita punya untuk dikembangkan sehingga menjadi value dalam diri kita.

            Memang terdengar sulit untuk menjadikan pencapaian orang lain sebagai motivasi, karena di dalam diri kita pastinya terdapat sebuah rasa bersaing. Nalam hal ini, kita juga bisa menggunakan teori Carl Rogers yang menekankan tentang penerimaan diri, yang menurutnya konsep diri adalah pandangan kita tentang diri sendiri yakni bagaimana kita menilai diri kita sendiri untuk membentuk potensi yang kita punya, dan diri ideal adalah gambaran yang kita inginkan. Menurutnya, keselarasan antara keduanya akan membawa kebahagiaan sehingga kita perlu untuk menyeimbangkan antara potensi kita dengan ideal yang kita inginkan tanpa campur tangan kualitas pencapaian orang lain, dan hal inilah yang menjadi kunci kesehatan mental kita.

Penulis: Riris Rizki Maulida

Ditulis sebagai Tugas Ujian Tengah Semester mata kuliah Creative Writing

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

[ARTIKEL] “SELF-WORTH DALAM PANDANGAN ISLAM: PEMAHAMAN MENGENAI NILAI DIRI INDIVIDU”

Riris, Yusuf (Host Malam Puncak OSI Nasional & Festival Mahasantri 20025) Dalam menjalani sebuah proses kehidupan, individu bertahan s...