![]() |
| (Generate Image by Gemini AI) |
Di
era digital sekarang ini, ramai para pengguna sosial media mulai membangun
social branding untuk memperkuat eksistensi dirinya dalam kehidupan ataupun
karir. Beberapa pengguna yang lain masih sering terbelenggu dalam krisis
identitas sehingga sibuk membandingkan diri. Sering membandingkan diri dengan
pencapaian orang lain terkadang menjadikan kita hanya bersembunyi dibalik kata
insecure dan takut untuk maju apabila hasilnya tidak berhasil seperti orang
lain. Hal inilah yang dapat merusak kesehatan mental seseorang di era digital
ini, karena rasa tidak puas terhadap diri sendiri dan tidak berkembang menjadi
lebih baik.
Menurut Direktur Regional WHO
untuk Eropa, meningkatkan
jumlah anak laki-laki
dan perempuan di
seluruh wilayah eropa yang
melaporkan kesehatan mental
yang buruk, merasa rendah
diri, gugup atau
mudah tersinggung yang disebabkan oleh beberapa faktor seperti budaya,
ekonomi dan penggunaan teknologi digital. Ketersinggungan tersebut bisa terjadi
karena adanya faktor terluka harga dirinya karena tidak mampu untuk mendapat
pencapaian seperti yang sudah orang lain dapatkan yang terpajang pada dunia
maya. Padahal seharusnya, dengan adanya sosial media justru menjadikan kita
lebih termotivasi untuk ikut mengembangkan diri kita sesuai passion yang kita
punya. Berhentilah membandingkan diri kita dan mulai menerima potensi yang kita
punya untuk dikembangkan sehingga menjadi value dalam diri kita.
Memang terdengar sulit untuk
menjadikan pencapaian orang lain sebagai motivasi, karena di dalam diri kita
pastinya terdapat sebuah rasa bersaing. Nalam hal ini, kita juga bisa
menggunakan teori Carl Rogers yang menekankan tentang penerimaan diri, yang
menurutnya konsep diri adalah pandangan kita tentang diri sendiri yakni
bagaimana kita menilai diri kita sendiri untuk membentuk potensi yang kita
punya, dan diri ideal adalah gambaran yang kita inginkan. Menurutnya, keselarasan
antara keduanya akan membawa kebahagiaan sehingga kita perlu untuk
menyeimbangkan antara potensi kita dengan ideal yang kita inginkan tanpa campur
tangan kualitas pencapaian orang lain, dan hal inilah yang menjadi kunci
kesehatan mental kita.
Ditulis sebagai Tugas Ujian Tengah Semester mata kuliah Creative Writing

Tidak ada komentar:
Posting Komentar