Gerbang Harmoni UIN Saizu
![]() |
| (Camera ReLens/Realme C33) |
Pertigaan
Perpustakaan, Fakultas Dakwah dan arah Gedung A
Menampilkan suasana kampus UIN Saizu dari sudut lanskap, dengan fokus pada perpaduan bangunan megah dan aktivitas mahasiswa di dalam area kampus. Foto ini ingin menggambarkan bahwa kampus bukan hanya ruang belajar, tapi juga ruang interaksi sosial dan harmoni arsitektur islami-modern.
1.
Segitiga Exposure
a. ISO:
2034
b. Aperture: f/1,8
c. Shutter
Speed: 1/1004
Dengan ISO 2034, kamera bisa menangkap detail bangunan
tanpa noise berlebih, tetap menjaga kejelasan warna hijau toska bangunan dan
langit putih yang soft. Selain itu, f/1,8 bisa memberikan sedikit efek depth of
field (fokus tajam di objek utama, seperti bangunan dan jalan, dengan latar
belakang sedikit blur di kejauhan). Tapi karena ini lanskap, efeknya nggak
terlalu ekstrim, cuma bikin objek di depan lebih menonjol.
Dengan
1/1004 detik, gerakan objek jadi freeze tanpa goyang atau motion blur, dan
tetap mempertahankan detail arsitektur kampusnya.
2. Lighting:
Natural
Lighting (Soft Light)
Mengandalkan cahaya alami karena suasana pemotretan di
lakukan di luar ruangan, di area kampus UIN Saizu. Selain itu, Soft light
membantu menampilkan warna asli bangunan (hijau toska dan putih) dengan lebih
seimbang, tanpa kontras berlebihan.
3. Komposisi:
Leading
Lines & Framing
Garis vertikal bangunan dan jalan setapak serta arah
motor-motor mengarahkan mata penonton ke titik tengah, menuju gedung biru di
kejauhan. Sementara gapura dan skybridge membingkai bagian tengah foto,
menciptakan kesan simetris dan menonjolkan arsitektur kampus.
4. Teknik
Pengambilan Gambar: Low Angle Shot
Mata kamera berada sedikit di bawah horizon,
memunculkan efek dramatis bangunan yang tinggi dan megah.
Foto ini bertujuan menampilkan ikon kampus UIN Saizu,
yaitu Gedung Perpustakaan Pusat, sebagai representasi pusat ilmu pengetahuan di
lingkungan kampus dalam lanskap alam. Konsepnya menonjolkan perpaduan antara
arsitektur modern Islami dan suasana langit mendung, menciptakan nuansa tenang,
damai, dan intelektual.
1. Segitiga
Exposure
a. ISO:
2537
b. Aperture:
f/1,8
c. Shutter
Speed: 1/1074
ISO
2537 Dipilih karena kondisi cuaca mendung dan cahaya alami yang agak redup,
sehingga ISO tinggi membantu menangkap pencahayaan lebih maksimal tanpa terlalu
gelap, terutama untuk area gedung dan detail pepohonan. Sementara f/1,8 ini
mempertahankan ketajaman pada gedung dan latar depan, sambil membuat awan
tampak lebih lembut dan dreamy. Dan Shutter speed tinggi digunakan untuk
menjaga hasil gambar tetap tajam, terutama karena ISO yang tinggi rentan noise,
jadi kecepatan rana ini menjaga agar gambar stabil tanpa blur meskipun diambil
dengan genggaman tangan.
2. Lighting:
Natural
Lighting (Soft Light)
Ingin
menonjolkan suasana asli lingkungan kampus di bawah langit mendung, maka
digunakan pencahayaan alami (natural lighting). Cahaya dari langit yang
tertutup awan memberikan efek soft light yang lembut, tanpa bayangan keras,
sehingga membuat warna bangunan, pepohonan, dan langit berpadu secara alami dan
syahdu.
3. Komposisi:
Rule
Of Thirds
Komposisi
ini dipilih untuk memberikan ruang kosong di sisi kanan atas berupa langit luas
yang dipenuhi awan mendung. Efeknya, foto jadi terasa lebih seimbang dan
natural, karena mata penonton akan otomatis mengikuti garis imajiner dari
gedung ke langit, menciptakan alur pandangan yang nyaman dan estetik
4. Teknik
Pengambilan Gambar: Low Angle Shot
Untuk memberikan
kesan megah, kokoh, dan anggun pada bangunan Perpustakaan UIN Saizu. Dengan
mengambil gambar dari sudut bawah ke atas, gedung terlihat lebih tinggi dan
dominan di dalam frame, sekaligus memberikan perspektif unik terhadap
arsitektur kampus.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar