Sabtu, 03 Januari 2026

KOTAK KOSONG TEMBUS 40,79% SUARA, CALON BUPATI BANYUMAS SADEWO: BAGI KAMI, BUKAN LAWAN

Pasangan Calon (PASLON) tunggal nomor 1, Sadewo Tri Lastiono - Dwi Asih Lintarti saat penajaman Visi-Misi Pilkada Banyumas, Sabtu (2/11/2024). (Picture by Anang Firmansyah/detikJateng)

Banyumas - Pasangan calon bupati dan wakil bupati, Sadewo Tri Lastiono dan Dwi Asih Lintarti, merupakan satu-satunya calon dengan nomor urut 1 yang bersaing melawan kotak kosong dan sementara unggul berdasarkan hasil pemungutan suara di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Banyumas tahun ini diselenggarakan pada Rabu, (27/11/2024) dengan tujuan memilih pemimpin yang diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi Banyumas.

Hasil sementara pemungutan suara di seluruh tempat pemungutan suara (TPS) Kabupaten Banyumas menunjukkan pasangan Sadewo-Lintarti meraih sekitar 59,21% suara, sementara kotak kosong memperoleh 40,79%. Meskipun unggul, hasil ini di luar ekspektasi internal, mengingat Sadewo-Lintarti diusung oleh berbagai koalisi besar, seperti yang diakui Ketua Tim Pemenangan, Dr. Budhi Setiawan.

Menanggapi fenomena suara kotak kosong yang cukup tinggi, Sadewo mengatakan kepada wartawan saat ditemui pada Jumat, (29/11/2024) "Kami menganggap tidak ada lawan, karena hanya calon tunggal. Adapun fenomena kolom kosong itu bagi kami bukan lawan, karena ada masyarakat yang kecewa. Wajar saja ada yang suka dan tidak suka." (detikjateng, 2024)

Meski begitu, hasil tersebut belum bisa dikatakan resmi sebelum hasil akhir diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyumas setelah proses rekapitulasi selesai. Namun, pasangan calon Sadewo-Lintarti dan tim pemenangan menerima hal tersebut sebagai bahan evaluasi untuk Pilkada selanjutnya. Harapannya, hal-hal seperti ini tidak terulang di masa mendatang dan calon bupati terpilih dapat menjaga kondusivitas dengan baik.

"Kami berdua sangat menjaga kondusivitas Kabupaten Banyumas. Itu sudah dibuktikan. Ke depan, begitu kami dilantik, itu yang akan kami jaga kondusivitasnya. Kalau kemudian lawan head to head 60:40, lawannya kan nggak dukung saya. Itu juga bagi kami ini bukan lawan. Ini teman mungkin yang kemudian salah pengertian, kecewa. Jadi, bukan lawan politik," terang Sadewo, saat ditemui detikJateng pada Jumat, (29/11/2024).

Penulis: Riris Rizki Maulida

Ditulis sebagai Tugas Mandiri mata kuliah Teknik Reportase



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

[ARTIKEL] “SELF-WORTH DALAM PANDANGAN ISLAM: PEMAHAMAN MENGENAI NILAI DIRI INDIVIDU”

Riris, Yusuf (Host Malam Puncak OSI Nasional & Festival Mahasantri 20025) Dalam menjalani sebuah proses kehidupan, individu bertahan s...