Sabtu, 03 Januari 2026

[FEATURE] PILKADA BANYUMAS 2024: PASANGAN SADEWO-LINTARTI UNGGUL SEMENTARA, KOTAK KOSONG MENJADI LAWAN TAK TERDUGA

Banyumas - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) selalu menjadi ajang penting untuk menentukan arah kebijakan daerah di masa mendatang. Persaingan ketat antar pasangan calon bupati dan wakil bupati, yang dibarengi dengan pemaparan visi dan misi mereka, menjadi bahan pertimbangan serius bagi masyarakat. Namun, Pilkada Banyumas kali ini, yang diselenggarakan pada Rabu, 27 November 2024, menyuguhkan hal yang berbeda. Pilkada kali ini hanya diikuti oleh satu pasangan calon, yaitu Sadewo-Lintarti, yang bersaing melawan kotak kosong. Dan hal yang lebih menarik perhatian adalah, hasil sementara menunjukkan bahwa suara untuk kotak kosong mencatatkan angka yang cukup mencolok, jauh melebihi ekspektasi awal.

Di seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Banyumas, Jawa Tengah, hasil sementara Pilkada menunjukkan pasangan calon Sadewo-Lintarti meraih 59,21% suara. Namun, yang tak kalah mencuri perhatian adalah perolehan suara kotak kosong, yang mencapai angka 40,79%. Meski unggul, angka tersebut menjadi fenomena yang tidak bisa diabaikan, mengingat Sadewo-Lintarti diusung oleh berbagai koalisi besar. Dr. Budhi Setiawan, Ketua Tim Pemenangan Sadewo-Lintarti, pun mengakui bahwa tingginya suara untuk kotak kosong menjadi tantangan tersendiri, meskipun mereka tetap memandangnya sebagai bagian dari dinamika politik yang wajar.

Tingginya angka perolehan suara kotak kosong ini kemungkinan besar dipengaruhi oleh kekecewaan masyarakat yang masih terbawa dari Pemilu Presiden awal tahun ini. Beberapa orang melihat kotak kosong sebagai bentuk protes terhadap pemerintahan yang ada.

Meski fenomena ini memicu perdebatan, calon bupati Sadewo dengan santai memberikan tanggapan. Ia menyatakan bahwa tingginya perolehan suara untuk kotak kosong bukanlah lawan politik yang sah, melainkan lebih sebagai bentuk protes atau kekecewaan sebagian masyarakat. Saat diwawancara detikJateng pada Jumat, 29 November 2024, Sadewo menjelaskan, “Kami menganggap tidak ada lawan, karena hanya calon tunggal. Adapun fenomena kolom kosong itu bagi kami bukan lawan, karena ada masyarakat yang kecewa. Wajar saja ada yang suka dan tidak suka.”

Namun, Ketua Tim Pemenangan Sadewo-Lintarti, Dr. Budhi Setiawan, sempat terheran dengan tingginya angka suara kotak kosong dalam Pilkada Banyumas 2024. Ia mengakui bahwa fenomena ini akan menjadi bahan evaluasi agar tidak terulang di masa depan. Dalam kesempatan yang sama, Sadewo menegaskan komitmennya untuk menjaga kondusivitas di Banyumas dan berharap dapat mengatasi kekecewaan yang mungkin ada di kalangan masyarakat.

Mengingat segmen masyarakat yang memilih kotak kosong, pihak terkait tentu sudah mempertimbangkan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang. Sadewo-Lintarti juga berkomitmen untuk mendengarkan suara masyarakat, meskipun ada pihak-pihak yang sengaja tidak menggunakan hak pilihnya. Hal ini demi menjaga kondusivitas dan keharmonisan antara pemimpin dan masyarakat.

Penulis: Riris Rizki Maulida

Ditulis sebagai Tugas Mandiri mata kuliah Teknik Reportase

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

[ARTIKEL] “SELF-WORTH DALAM PANDANGAN ISLAM: PEMAHAMAN MENGENAI NILAI DIRI INDIVIDU”

Riris, Yusuf (Host Malam Puncak OSI Nasional & Festival Mahasantri 20025) Dalam menjalani sebuah proses kehidupan, individu bertahan s...