Senin, 05 Januari 2026

PROGRAM KEGIATAN DAKWAH DI ERA DIGITAL

 

(Generate Image by Gemini AI)

1.      Rumusan Program Kegiatan Dakwah di Era Digital

            Tantangan organisasi dakwah di era digital membutuhkan berbagai perangkat agar program kerjanya berkesinambungan dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan rumusan program kegiatan dakwah di era digital yang relevan dengan kondisi saat ini. Berikut beberapa rumusan program yang dapat dilakukan:

a.      Program kegiatan dakwah era digital yang bertujuan meningkatkan spiritualitas

Nama program: JURI (Jum’at Seru Islami)

Deskripsi Program

            Jum’at Seru Islami (JURI) adalah program dakwah era digital yang diinisiasi oleh UKM Dakwah, khususnya divisi retorika, berupa unggahan konten rutin setiap hari Jum’at berisi dakwah Islami yang ringan, kreatif, dan menghibur di platform media sosial Instagram dan Tiktok. Konten yang dibuat tidak berupa ceramah utuh, tetapi dikemas dalam bentuk games, tebak-tebakan Islami, challenge, QnA Islami, serta video pendek inspiratif seputar nilai-nilai keislaman. Program ini melibatkan anggota UKM Dakwah, terkhusus anggota divisi retorika untuk berkolaborasi membuat konten secara rutin, dengan tujuan menarik minat generasi muda agar tetap dekat dengan nilai spiritual melalui media digital.

Tujuan

1)      Meningkatkan minat masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap materi dakwah melalui media digital yang ringan dan menyenangkan.

2)      Menyediakan alternatif dakwah di era digital yang mudah diakses dan tidak membosankan.

 

3)      Mendorong kreativitas anggota UKM Dakwah dalam berdakwah melalui berbagai jenis konten digital.

4)      Menumbuhkan kebiasaan menyerap nilai-nilai keislaman secara santai melalui media sosial.

b.      Program kegiatan dakwah era digital yang bertujuan meningkatkan akses wirausaha

Nama program: TINTA (Tebar Inspirasi, Tebar Aksi)

Deskripsi Program

            TINTA (Tebar Inspirasi, Tebar Aksi) adalag program dakwah kreatif berbasis digital independent yang memadukan aktivitas konten kreator dakwah dengan pengembangan produk dakwah seperti buku mini, e-book, atau kumpulan quotes Islami.

            Program ini dimulai dengan membuat konten-konten dakwah ringan dan menarik di media sosial, seperti video pendek, reels, atau pesan-pesan inspirasi. Setelah itu, konten-konten tersebut dikembangkan menjadi tulisan-tulisan Islami singkat dalam bentuk buku mini atau e-book yang berisi quotes, motivasi Islami, dan inspirasi harian. Produk ini kemudian dipasarkan secara online, sekaligus sebagai media dakwah dan sarana wirausaha Islami.

            Sebagai bentuk promosi dakwah sekaligus edukasi, program ini juga mengadakan webinar atau Zoom sharing gratis tema dakwah tertentu. Menariknya, peserta aktif webinar berkesempatan mendapatkan buku Islami gratis terbitan program ini sebagai bentuk apresiasi dan motivasi.

Tujuan

1)      Menyebarkan nilai-nilai dakwah Islami secara kreatif, ringan, dan menarik melalui konten digital yang mudah diakses masyarakat, khususnya generasi muda.

2)      Mendorong lahirnya kreator dakwah digital independen yang produktif dan inovatif dalam menyampaikan pesan-pesan Islami di media sosial.

3)      Mengembangkan produk dakwah digital berupa buku mini, e-book, dan kumpulan quotes Islami yang dapat menjadi media syiar sekaligus peluang usaha Islami.

 

4)      Meningkatkan minat masyarakat terhadap konten Islami dengan konsep santai, interaktif, dan inspiratif, tanpa kesan menggurui.

5)      Mengajak masyarakat terlibat dalam dakwah digital melalui kegiatan webinar atau Zoom sharing yang edukatif dan interaktif.

6)      Memberikan apresiasi kepada peserta aktif sebagai bentuk motivasi untuk terus berkontribusi dalam kegiatan dakwah digital yang positif.

2.      Contoh Program Kegiatan Dakwah yang Bertujuan untuk Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Mengatasi Buta Huruf Al Qur’an, Khususnya dalam Upaya Peningkatan Fungsi Masjid, Beserta Studi Kasusnya

a.      Contoh Program

Nama program: Rumah Tartil

Deskripsi program

            Rumah Tartil adalah program dakwah yang bertujuan untuk mengatasi buta huruf Al-Qur’an di lingkungan desa, sekaligus menghidupkan kembali fungsi masjid sebagai pusat pendidikan keagamaan. Program ini memfasilitasi mahasiswa yang memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an untuk mengisi waktu luangnya dengan menjadi pengajar ngaji secara sukarela di masjid desa.

            Sebagai bentuk apresiasi, mahasiswa pengajar akan diberikan sertifikat resmi yang dapat bermanfaat untuk pengembangan karier atau kebutuhan akademis mereka di kemudian hari. Sementara itu, pihak desa menyediakan fasilitas berupa tempat di masjid dan mendukung penuh kegiatan ini agar anak-anak serta masyarakat sekitar termotivasi untuk ikut belajar membaca Al-Qur’an.

            Program ini tidak hanya memberikan kesempatan belajar bagi masyarakat, tetapi juga membuka ruang kontribusi sosial bagi mahasiswa serta menjadikan masjid kembali berfungsi sebagai pusat dakwah dan pendidikan Islam.

Tujuan

1)      Memberantas buta huruf Al-Qur’an di kalangan anak-anak dan masyarakat desa.

2)      Menghidupkan kembali fungsi masjid sebagai pusat pendidikan agama dan dakwah.

 

3)      Mendorong keterlibatan aktif mahasiswa dalam kegiatan sosial keagamaan.

4)      Memberikan ruang kontribusi sosial bagi mahasiswa sekaligus fasilitas sertifikat sebagai apresiasi.

5)      Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan keagamaan di lingkungan sekitar.

b.      Studi Kasus

            Salah satu contoh nyata upaya peningkatan partisipasi masyarakat dalam mengatasi buta huruf Al-Qur’an dapat dilihat pada kegiatan yang dilakukan oleh Majelis Daarul Muhsinin, yang aktif dalam kegiatan dakwah dan pembelajaran Al-Qur’an bagi masyarakat sekitar. Majelis ini menyadari bahwa masih banyak warga yang mengalami buta huruf Al-Qur’an, sehingga mereka merancang berbagai strategi untuk membantu memberantas permasalahan tersebut.

            Salah satu strategi yang dilakukan adalah dengan rutin mengadakan pembacaan Ratibul Haddad setiap minggu, yang diikuti oleh masyarakat setempat. Selain itu, mereka juga mengadakan pelatihan membaca Al-Qur’an sekaligus belajar hukum tajwid yang dilagukan, agar peserta lebih mudah memahami aturan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Metode ini terbukti efektif karena selain menarik, suasananya juga lebih akrab dan tidak kaku. Strategi ini berjalan sejalan dengan teori dakwah tatap muka dan ta’lim, yang menekankan pentingnya interaksi langsung antara guru dan murid dalam proses belajar agama.

            Keberhasilan program ini didukung oleh beberapa faktor penting, di antaranya adalah respon masyarakat yang sangat baik, keaktifan para ulama dan tokoh agama, serta kesadaran masyarakat akan pentingnya kemampuan membaca Al-Qur’an. Ditambah lagi, metode pengajaran yang sederhana dan mudah dipahami membuat peserta, baik anak-anak maupun orang dewasa, merasa nyaman dan semangat untuk terus belajar.

            Namun, di balik keberhasilan tersebut, Majelis Daarul Muhsinin juga menghadapi beberapa kendala. Salah satunya adalah sarana belajar yang masih terbatas, seperti minimnya mushaf Al-Qur’an dan ruang belajar yang kurang memadai. Selain itu, keterbatasan tenaga pengajar juga menjadi tantangan tersendiri, sebab tidak semua masyarakat memiliki waktu luang untuk mengajar secara sukarela. Tantangan lainnya adalah kurangnya pemanfaatan teknologi modern dalam proses pembelajaran, padahal di era digital seperti sekarang, penggunaan media digital dapat membantu memperluas jangkauan dakwah dan memudahkan proses belajar mengaji.

            Meskipun begitu, Majelis Daarul Muhsinin tetap berkomitmen untuk melanjutkan kegiatan ini secara rutin dan terus berusaha mengatasi hambatan yang ada. Program ini tidak hanya membantu memberantas buta huruf Al-Qur’an, tetapi juga berperan penting dalam menghidupkan fungsi masjid sebagai pusat pendidikan agama dan mempererat hubungan antarwarga melalui kegiatan keagamaan bersama.

Sumber Referensi

Soleh, M., & Razzaq, A. (2025). Strategi Dakwah Ulama Kampung Dalam Memberantas Buta Huruf Mengaji Al-Qur’an Di Kelurahan Kuto Batu. Jurnal Studi Ilmu Alquran dan Tafsir1(2), 13-13.

3.      Rumusan Tujuan Dan Metode Pelatihan Manajemen Keuangan Lembaga Dakwah Yang Efektif

a.      Tujuan

1)      Meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam pengelolaan keuangan secara efektif, transparan, dan akuntabel, sesuai dengan prinsip syariah bila diperlukan.

2)      Membekali pengurus dengan kemampuan menyusun perencanaan anggaran, pencatatan keuangan, serta pelaporan keuangan yang transparan dan akurat.

3)      Mengoptimalkan pemanfaatan dana dakwah agar tepat sasaran dan mendukung keberlanjutan program-program lembaga.

4)      Meminimalisir risiko penyimpangan dana dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga dakwah.

5)      Meningkatkan literasi keuangan pengelola agar pengambilan keputusan keuangan lebih baik dan professional

b.      Metode Pelatihan

1)      Pelatihan Interaktif

Menggunakan kombinasi teori dan praktik, diskusi kelompok, serta tanya jawab untuk membangun pemahaman yang aplikatif dan kontekstual.

2)      Studi Kasus dan Simulasi

Memberikan studi kasus nyata terkait pengelolaan keuangan lembaga dakwah, dilanjutkan dengan simulasi penyusunan anggaran, pencatatan, dan pelaporan keuangan.

3)      Pendampingan dan Evaluasi

Melakukan pendampingan berkelanjutan setelah pelatihan serta evaluasi berkala terhadap implementasi manajemen keuangan di lembaga peserta.

4)      Pengembangan Modul Berbasis Kebutuhan Lokal

Materi pelatihan disusun sesuai kebutuhan dan tantangan spesifik lembaga dakwah setempat agar lebih relevan dan mudah diimplementasikan.

5)      Integrasi Teknologi Digital

Mendorong penggunaan aplikasi atau perangkat lunak sederhana untuk pencatatan dan pelaporan keuangan guna meningkatkan efisiensi dan transparansi.

6)      Pembekalan Literasi Keuangan Dasar

Memberikan pemahaman tentang konsep dasar keuangan, sumber dana, tata kelola, serta sistem pelaporan yang sesuai standar

Penulis: Riris Rizki Maulida

Ditulis sebagai Tugas Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Manajemen & Strategi Dakwah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

[ARTIKEL] “SELF-WORTH DALAM PANDANGAN ISLAM: PEMAHAMAN MENGENAI NILAI DIRI INDIVIDU”

Riris, Yusuf (Host Malam Puncak OSI Nasional & Festival Mahasantri 20025) Dalam menjalani sebuah proses kehidupan, individu bertahan s...