![]() |
| (Generate Image by Gemini AI) |
Pengaruh Kepercayaan diri (confidence) dan Kepercayaan Orang Lain (credibility) terhadap Dinamika Perkembangan Mahasiswa
Manusia
merupakan individu yang memiliki kemampuan untuk menentukan, mengendalikan dan
menciptakan sesuatu yang baru serta bagaimana hal tersebut dapat dikelolanya
untuk memberikan manfaat bagi hidupnya. Termasuk mahasiswa, ia juga merupakan
individu yang berkehendak untuk mengatur segala stimuli yang datang dan
memberikan feedback yang sesuai. Mahasiswa memiliki kehendak untuk menata
dinamika perkembangan dalam dirinya selama berproses sebagai individu, seperti
menambah wawasan, mencari jati diri, serta mengembangkan potensi diri.
Pengembangan potensi diri dimulai
dengan mengenali kemampuan dan keinginan yang ada dalam diri kita sendiri. Kita
harus memahami minat dan bakat yang kita punya untuk kemudian kita kelola
menjadi sebuah potensi yang bisa menata perkembangan proses pembentukan jati
diri. Setelah mengetahui jati diri kita, maka kita akan lebih mudah untuk
menentukan langkah kita ke depannya.
Proses pengembangan potensi diri
juga sangat dipengaruhi oleh sebuah rasa percaya diri. Sebuah kepercayaan pada
diri sendiri membantu kita lebih yakin dalam menentukan apa yang sebenernya
kita mampu dan punya dalam hal minat serta bakat. Dengan mempunyai rasa percaya
diri, mendorong kita lebih berani melangkah ke depan untuk mewujudkan kemampuan
kita menjadi prestasi. Namun selain itu, kepercayaan dari orang lain juga
menjadi pengaruh yang tidak kalah penting. Karena terkadang, ketika kita
mendapat kepercayaan orang lain, hal itu membuat kita merasa diterima, dihargai
dan dibutuhkan dalam berkontribusi terhadap sesuatu, yang artinya kita
bermanfaat untuk orang lain.
Pada salah satu hadist juga
menjelaskan bahwa sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi orang
lain. Dengan ini dapat kita ketahui bahwa menjadi bermanfaat artinya kita juga
harus mempunyai hal yang dapat kita berikan kepada orang lain. Nah, untuk itu
kita sangat memerlukan kepercayaan diri. Dengan percaya diri, kita mampu dan
yakin untuk menilai sejauh mana kemampuan diri kita sendiri sebelum akhirnya
menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain.
Dalam hal ini, menurut Wilujeng
Putriana, salah satu mahasiswa berprestasi di Universitas Islam Negeri K.H.
Saifuddin Zuhri Purwokerto, menerangkan bahwa tingkat kepercayaan diri
mahasiswa dapat dilihat dari cara mereka mampu mengetahui minat dan bakat mereka
serta mulai menekuni hal tersebut sebagai asset yang bisa membantu dinamika
perkembangan proses mereka. Menurutnya juga, rasa percaya diri dapat pula
dinilai dari bagaimana kita enjoy dalam menjalankannya.
Perkembangan tingkat kepercayaan
diri seorang mahasiswa biasanya dimulai dari lingkup perkuliahan di kelas,
seperti kemampuan berpresentasi, mencari dan mengolah materi, serta menanggapi
respons audiens yakni dari teman-teman sekelas. Sebab, sebuah tingkat
kepercayaan diri dibentuk dari lingkup kecil terlebih dahulu.
Dampak dari sebuah kepercayaan diri
juga sangat beragam. Dengan rasa percaya diri, maka akan memicu
kepercayaan orang lain perihal manfaat
yang bisa diperoleh dari kita. Dalam hal ini, manfaat yang dimaksud adalah direalisasikannya
bakat yang dipunya untuk kemudian dikembangkan. Wilujeng juga kembali
menegaskan bahwa dampak percaya diri untuk pribadi mahasiswa adalah dapat
menambah relasi pertemanan. Karena, kita tidak tahu pasti masa depan kita
nantinya akan dibantu oleh siapa, apakah cukup dengan mengandalkan diri sendiri
atau ternyata membutuhkan bantuan dukungan dari orang lain. Menurutnya selain
itu, dalam lingkup akademik juga berdampak. Misalnya presentasi di depan kelas,
mungkin dengan pengetahuan saja sudah cukup membantu, tetapi alangkah lebih baiknya
kita juga mempunyai kemampuan menyampaikan yang baik. Kemampuan menyampaikan
pesan dengan baik dapat dilatih dengan teknik public speaking. Nah, poin
penting dari public speaking itu sendiri adalah sebuah rasa percaya diri.
Selain itu, ada juga dalam lingkup pertemanan. Mahasiswa yang memiliki rasa
percaya diri biasanya secara mengalir akan terbentuk value atau wibawa dalam
dirinya, sehingga tidak mudah disepelekan oleh orang lain bahkan teman sendiri.
Mengetahui betapa pentingnya
kepercayaan diri dari hal-hal di atas, menurut Wilujeng, Strategi yang harus
dipersiapkan yang pertama adalah dengan berusaha menguasai apa yang sudah
menjadi bidang kita, kemudian mulai menekuni bidang tersebut dengan menambah
wawasan yang bisa mendukung. Nah, ketika kita sudah merasa cukup dengan wawasan
serta kemampuan yang kita punya, maka akan munculah rasa percaya diri untuk
mencoba maju selangkah demi selangkah. Selain hal itu, untuk menumbuhkan rasa
percaya diri, mendapat validasi dari orang lain juga menjadi faktor yang tidak
kalah penting. Karena terkadang, ketika kita kesulitan untuk membentuk rasa
percaya diri kita, dengan bantuan validasi atau pujian dari orang lain cukup
memicu semangat kita. Misalnya apresiasi dari orang tua, pujian dari teman, dan
lain sebagainya.
Oleh karena itu, perlu kita ketahui
bahwa rasa percaya diri juga dilatarbeakangi oleh beberapa hal. Menurut
wilujeng, yang pertama ada dalam lingkup keluarga. Yang mana jika anggota
keluarga tersebut jarang mendapat apresiasi, maka nantinya akan timbul rasa
pesimis dalam dirinya dan hal itu akan mengakar sampai nanti kedepannya. Yang
kedua, lingkup pertemanan juga menjadi latar belakang yang cukip berpengaruh.
Apabila kita terjebak dalam lingkungan yang toxic, contohnya seperti lomba
bermain games online, kebanyakan orang akan menilai negatif terhadap hal
tersebut. Dengan beberapa pandangan negatif tersebut maka semakin sedikitlah
dukungan dari orang lain, sehingga akan munculah rasa pesimis dalam diri
seseorang yang berkecimpung dalam bidang tersebut. Mereka akan merasa tidak
bebas dalam mengembangkan bidang yang mereka mampu dan sukai, karena takut pada
stigma masyarakat tentang bakatnya. Hal yang ketiga ada juga dalam lingkup
pertemanan. Maka dari itu, kita perlu mencari lingkungan pertemanan yang dapat
mendukung kita dalam mengembangkan minat bakat yang kita punya. Lalu bagaimana
jika seorang mahasiswa sudah berada di lingkungan yang baik, berada dalam
lingkungan orang-orang yang berprestasi, tetapi yang timbul malah rasa
insecure? Nah, rasa insecure ini muncul karena kita seringkali membandingkan
pencapaian kita dengan prestasi orang lain. Cara kita mengelolanya adalah
dengan memfokuskan diri kita terhadap bidang yang kita kuasai, tidak perlu
terlalu sering membandingkan diri kita dengan pencapaian orang lain. Karena
orang lain juga berhasil karena mereka ada di bidangnya sendiri. Yang keempat,
menurut Wilujeng, rasa percaya diri juga dilatarbelakangi oleh diri sendiri.
Misalnya ketika kita merasa bahwa diri kita tidak mampu, lalu secara
terus-menerus menekan diri kita bahwa kita tidak cukup mampu untuk maju, maka
hal itu dapat membunuh mental juang kita sendiri.
Dengan ini, dapat kita ketahui
bahwasanya perkembangan proses kita sebagai mahasiswa sangat dipengaruhi oleh
sebuah rasa percaya diri dan juga kepercayaan orang lain. Rasa percaya diri
dapat dipupuk dari lingkup yang sederhana terlebih dahulu, misalnya diskusi
kelas, presentasi dan sebagainya. Karena, rasa percaya diri sangat berdampak
bagi perkembangan relasi kita sebagai mahasiswa yang nantinya bisa cukup
membantu di jenjang karir masa depan. Strategi untuk menumbuhkan rasa percaya
diri juga bisa dimulai dengan semangat kita dalam menambah wawasan yang
mendukung di bidang kita, kemudian
jangan lupa kita kembangkan. Selain itu, rasa percaya diri juga
dilatarbealakangi oleh banyak hal seperti lingkungan keluarga dan lingkungan
pertemanan. Oleh karena itu, kita perlu membentuk lingkungan keluarga yang
harmonis dan penuh apresiasi, serta mencari lingkungan pertemanan yang
mendukung.
![]() |
| (Profil Narasumber: Wilujeng Putriana) |


Tidak ada komentar:
Posting Komentar