Sabtu, 03 Januari 2026

[ESAI] CONFIDENCE & CREDIBILITY

 

(Generate Image by Gemini AI)

Pengaruh Kepercayaan diri (confidence) dan Kepercayaan Orang Lain (credibility) terhadap Dinamika Perkembangan Mahasiswa

      Manusia merupakan individu yang memiliki kemampuan untuk menentukan, mengendalikan dan menciptakan sesuatu yang baru serta bagaimana hal tersebut dapat dikelolanya untuk memberikan manfaat bagi hidupnya. Termasuk mahasiswa, ia juga merupakan individu yang berkehendak untuk mengatur segala stimuli yang datang dan memberikan feedback yang sesuai. Mahasiswa memiliki kehendak untuk menata dinamika perkembangan dalam dirinya selama berproses sebagai individu, seperti menambah wawasan, mencari jati diri, serta mengembangkan potensi diri.

            Pengembangan potensi diri dimulai dengan mengenali kemampuan dan keinginan yang ada dalam diri kita sendiri. Kita harus memahami minat dan bakat yang kita punya untuk kemudian kita kelola menjadi sebuah potensi yang bisa menata perkembangan proses pembentukan jati diri. Setelah mengetahui jati diri kita, maka kita akan lebih mudah untuk menentukan langkah kita ke depannya.

            Proses pengembangan potensi diri juga sangat dipengaruhi oleh sebuah rasa percaya diri. Sebuah kepercayaan pada diri sendiri membantu kita lebih yakin dalam menentukan apa yang sebenernya kita mampu dan punya dalam hal minat serta bakat. Dengan mempunyai rasa percaya diri, mendorong kita lebih berani melangkah ke depan untuk mewujudkan kemampuan kita menjadi prestasi. Namun selain itu, kepercayaan dari orang lain juga menjadi pengaruh yang tidak kalah penting. Karena terkadang, ketika kita mendapat kepercayaan orang lain, hal itu membuat kita merasa diterima, dihargai dan dibutuhkan dalam berkontribusi terhadap sesuatu, yang artinya kita bermanfaat untuk orang lain.

            Pada salah satu hadist juga menjelaskan bahwa sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain. Dengan ini dapat kita ketahui bahwa menjadi bermanfaat artinya kita juga harus mempunyai hal yang dapat kita berikan kepada orang lain. Nah, untuk itu kita sangat memerlukan kepercayaan diri. Dengan percaya diri, kita mampu dan yakin untuk menilai sejauh mana kemampuan diri kita sendiri sebelum akhirnya menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain.

            Dalam hal ini, menurut Wilujeng Putriana, salah satu mahasiswa berprestasi di Universitas Islam Negeri K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, menerangkan bahwa tingkat kepercayaan diri mahasiswa dapat dilihat dari cara mereka mampu mengetahui minat dan bakat mereka serta mulai menekuni hal tersebut sebagai asset yang bisa membantu dinamika perkembangan proses mereka. Menurutnya juga, rasa percaya diri dapat pula dinilai dari bagaimana kita enjoy dalam menjalankannya.

            Perkembangan tingkat kepercayaan diri seorang mahasiswa biasanya dimulai dari lingkup perkuliahan di kelas, seperti kemampuan berpresentasi, mencari dan mengolah materi, serta menanggapi respons audiens yakni dari teman-teman sekelas. Sebab, sebuah tingkat kepercayaan diri dibentuk dari lingkup kecil terlebih dahulu.

            Dampak dari sebuah kepercayaan diri juga sangat beragam. Dengan rasa percaya diri, maka akan memicu kepercayaan  orang lain perihal manfaat yang bisa diperoleh dari kita. Dalam hal ini, manfaat yang dimaksud adalah direalisasikannya bakat yang dipunya untuk kemudian dikembangkan. Wilujeng juga kembali menegaskan bahwa dampak percaya diri untuk pribadi mahasiswa adalah dapat menambah relasi pertemanan. Karena, kita tidak tahu pasti masa depan kita nantinya akan dibantu oleh siapa, apakah cukup dengan mengandalkan diri sendiri atau ternyata membutuhkan bantuan dukungan dari orang lain. Menurutnya selain itu, dalam lingkup akademik juga berdampak. Misalnya presentasi di depan kelas, mungkin dengan pengetahuan saja sudah cukup membantu, tetapi alangkah lebih baiknya kita juga mempunyai kemampuan menyampaikan yang baik. Kemampuan menyampaikan pesan dengan baik dapat dilatih dengan teknik public speaking. Nah, poin penting dari public speaking itu sendiri adalah sebuah rasa percaya diri. Selain itu, ada juga dalam lingkup pertemanan. Mahasiswa yang memiliki rasa percaya diri biasanya secara mengalir akan terbentuk value atau wibawa dalam dirinya, sehingga tidak mudah disepelekan oleh orang lain bahkan teman sendiri.

            Mengetahui betapa pentingnya kepercayaan diri dari hal-hal di atas, menurut Wilujeng, Strategi yang harus dipersiapkan yang pertama adalah dengan berusaha menguasai apa yang sudah menjadi bidang kita, kemudian mulai menekuni bidang tersebut dengan menambah wawasan yang bisa mendukung. Nah, ketika kita sudah merasa cukup dengan wawasan serta kemampuan yang kita punya, maka akan munculah rasa percaya diri untuk mencoba maju selangkah demi selangkah. Selain hal itu, untuk menumbuhkan rasa percaya diri, mendapat validasi dari orang lain juga menjadi faktor yang tidak kalah penting. Karena terkadang, ketika kita kesulitan untuk membentuk rasa percaya diri kita, dengan bantuan validasi atau pujian dari orang lain cukup memicu semangat kita. Misalnya apresiasi dari orang tua, pujian dari teman, dan lain sebagainya.

            Oleh karena itu, perlu kita ketahui bahwa rasa percaya diri juga dilatarbeakangi oleh beberapa hal. Menurut wilujeng, yang pertama ada dalam lingkup keluarga. Yang mana jika anggota keluarga tersebut jarang mendapat apresiasi, maka nantinya akan timbul rasa pesimis dalam dirinya dan hal itu akan mengakar sampai nanti kedepannya. Yang kedua, lingkup pertemanan juga menjadi latar belakang yang cukip berpengaruh. Apabila kita terjebak dalam lingkungan yang toxic, contohnya seperti lomba bermain games online, kebanyakan orang akan menilai negatif terhadap hal tersebut. Dengan beberapa pandangan negatif tersebut maka semakin sedikitlah dukungan dari orang lain, sehingga akan munculah rasa pesimis dalam diri seseorang yang berkecimpung dalam bidang tersebut. Mereka akan merasa tidak bebas dalam mengembangkan bidang yang mereka mampu dan sukai, karena takut pada stigma masyarakat tentang bakatnya. Hal yang ketiga ada juga dalam lingkup pertemanan. Maka dari itu, kita perlu mencari lingkungan pertemanan yang dapat mendukung kita dalam mengembangkan minat bakat yang kita punya. Lalu bagaimana jika seorang mahasiswa sudah berada di lingkungan yang baik, berada dalam lingkungan orang-orang yang berprestasi, tetapi yang timbul malah rasa insecure? Nah, rasa insecure ini muncul karena kita seringkali membandingkan pencapaian kita dengan prestasi orang lain. Cara kita mengelolanya adalah dengan memfokuskan diri kita terhadap bidang yang kita kuasai, tidak perlu terlalu sering membandingkan diri kita dengan pencapaian orang lain. Karena orang lain juga berhasil karena mereka ada di bidangnya sendiri. Yang keempat, menurut Wilujeng, rasa percaya diri juga dilatarbelakangi oleh diri sendiri. Misalnya ketika kita merasa bahwa diri kita tidak mampu, lalu secara terus-menerus menekan diri kita bahwa kita tidak cukup mampu untuk maju, maka hal itu dapat membunuh mental juang kita sendiri.

            Dengan ini, dapat kita ketahui bahwasanya perkembangan proses kita sebagai mahasiswa sangat dipengaruhi oleh sebuah rasa percaya diri dan juga kepercayaan orang lain. Rasa percaya diri dapat dipupuk dari lingkup yang sederhana terlebih dahulu, misalnya diskusi kelas, presentasi dan sebagainya. Karena, rasa percaya diri sangat berdampak bagi perkembangan relasi kita sebagai mahasiswa yang nantinya bisa cukup membantu di jenjang karir masa depan. Strategi untuk menumbuhkan rasa percaya diri juga bisa dimulai dengan semangat kita dalam menambah wawasan yang mendukung di bidang kita, kemudian  jangan lupa kita kembangkan. Selain itu, rasa percaya diri juga dilatarbealakangi oleh banyak hal seperti lingkungan keluarga dan lingkungan pertemanan. Oleh karena itu, kita perlu membentuk lingkungan keluarga yang harmonis dan penuh apresiasi, serta mencari lingkungan pertemanan yang mendukung.

(Profil Narasumber: Wilujeng Putriana)

Penulis: Riris Rizki Maulida
Ditulis sebagai Tugas Mandiri mata kuliah Creative Writing

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

[ARTIKEL] “SELF-WORTH DALAM PANDANGAN ISLAM: PEMAHAMAN MENGENAI NILAI DIRI INDIVIDU”

Riris, Yusuf (Host Malam Puncak OSI Nasional & Festival Mahasantri 20025) Dalam menjalani sebuah proses kehidupan, individu bertahan s...