![]() |
| (Generate Image by Gemini AI) |
1.
Definisi Strategi
Menurut Stephanie K Marrus, seperti yang dikutip
Sukristono (1995), strategi didefinisikan sebagai suatu proses penentuan
rencana para pemimpin puncak yang berfokus pada tujuan jangka panjang
organisasi, disertai penyusunan suatu cara atau upaya bagaimana agar tujuan
tersebut dapat dicapai.
Sementara itu, Hamei" dan Prahalad (1995),
mendefinisikan strategi yang terjemahannya sebagai berikut : “Strategi
merupakan tindakan yang bersifat incremental (senantiasa meningkat) dan
terus menerus, serta
dilakukan berdasarkan sudut pandang tentang apa yang diharapkan
oleh para pelanggan dimasa depan.”
2. Definisi
Manajemen Strategi
Pengertian manajemen strategi menurut Fred R. David adalah
seni dan ilmu untuk memformulasi, mengimplementasi, dan mengevaluasi keputusan
lintas fungsi yang memungkinkan organisasi dapat mencapai tujuan. Sedangkan
menurut Michael A. Hitt & R. Duane Ireland & Robert E.Hoslisson (1997)
adalah proses untuk membantu organisasi dalam mengidentifikasi siapa yang ingin
mereka capai, dan bagaimana seharusnya mereka mencapai hasil yang bernilai.
Adapun tujuan Manajemen Strategi adalah: Melaksanakan,
mengevaluasi, meninjau dan mengkaji ulang situasi strategi serta melakukan
berbagai penyesuaian dan koreksi jika terdapat penyimpangan di dalam
pelaksanaan strategi serta senantiasa memperbarui strategi yang dirumuskan agar
sesuai dengan perkembangan lingkungan eksternal secara efektif dan efisien.
3. Definisi
Manajemen Strategi Dakwah
Strategi pada hakekatnya adalah perencanaan (planning)
dan manajemen untuk mencapai suatu tujuan. Tetapi untuk mencapai tujuan
tersebut, strategi tidak hanya berfungsi sebagai peta jalan yang hanya
menunjukkan arah saja, melainkan harus menunjukkan bagaimana teknik (cara)
operasionalnya (Sofiatul Iman, 2017:5).
Dengan demikian, strategi dakwah merupakan perpaduan
dari perencanaan (planning) dan manajemen dakwah untuk mencapai suatu tujuan.
Di dalam mencapai tujuan tersebut, strategi dakwah harus dapat menunjukkan
bagaimana operasionalnya secara teknik (taktik) yang harus dilakukan, dalam
arti bahwa pendekatan (approach) bisa berbeda sewaktu-waktu bergantung pada
situasi dan kondisi.
4. Ruang
Lingkup Manajemen Strategi Dakwah
Untuk teraturnya strategi dakwah, maka segala
sesuatunya harus dikaitkan dengan komponen-komponen yang merupakan jawaban
terhadap pertanyaan dalam rumus Lasswell, yaitu:
a. Who?
(Siapa da'i atau penyampai pesan dakwahnya?)
b. Says
What? (Pesan apa yang disampaikan?)
c. In
Which Channel? (Media apa yang digunakan?)
d. To
Whom? (Siapa mad'u-nya atau pendengarnya?)
e. With
What Effect? (Efek apa yang diharapkan?)
Pentingnya strategi dakwah adalah untuk mencapai
tujuan, sedangkan pentingnya suatu tujuan adalah untuk mendapatkan hasil yang diharapkan.
Fokus perhatian dari ahli dakwah memang penting untuk ditujukan kepada strategi
dakwah, karena berhasil tidaknya kegiatan dakwah secara efektif banyak
ditentukan oleh strategi dakwah itu sendiri.
Cara bagaimana kita menyampaikan pesan dakwah
tersebut, kita dapat memperhatikan tiga tatanan (ruang lingkup) berikut:
a. Dakwah
secara tatap muka (face to face) : dapat melihat langsung apakah mad’u atau
audiens memperhatikan proses dakwah dan memahami apa yang da’I sampaikan
atau tidak.
b. Dakwah
melalui media : perlunya menentukan media atau saluran untuk menyampaikan
dakwah secara informatif.
c. Peranan
da'i dalam strategi dakwah : mempertimbangkan upaya untuk memunculkan daya
tarik (Attention), kemudian minat mad’u untuk mengikuti apa yang disampaikan,
serta mendapat action nyata dari perubahan perilaku mad’u kea rah yang lebih
baik sesuai yang da’I inginkan.
REFERESNI
Hadi, H. S. (2019). Manajemen Strategi
Dakwah di Era Kontemporer. Al-Hikmah: Jurnal Ilmu Dakwah Dan
Pengembangan Masyarakat, 17(2), 69-78.
Ditulis sebagai Tugas Mandiri mata kuliah Manajemen & Strategi Dakwah

Tidak ada komentar:
Posting Komentar