Senin, 05 Januari 2026

[REVIEW] DEFINISI DAN RUANG LINGKUP MANAJEMEN & STRATEGI DAKWAH

 

(Generate Image by Gemini AI)

1.      Definisi Strategi

Menurut Stephanie K Marrus, seperti yang dikutip Sukristono (1995), strategi didefinisikan sebagai suatu proses penentuan rencana para pemimpin puncak yang berfokus pada tujuan jangka panjang organisasi, disertai penyusunan suatu cara atau upaya bagaimana agar tujuan tersebut dapat dicapai.

Sementara itu, Hamei" dan Prahalad (1995), mendefinisikan strategi yang terjemahannya sebagai berikut : “Strategi merupakan tindakan yang bersifat incremental (senantiasa meningkat)  dan  terus  menerus,   serta  dilakukan   berdasarkan  sudut pandang tentang apa yang diharapkan oleh  para  pelanggan dimasa depan.”

2.      Definisi Manajemen Strategi

Pengertian manajemen strategi menurut Fred R. David adalah seni dan ilmu untuk memformulasi, mengimplementasi, dan mengevaluasi keputusan lintas fungsi yang memungkinkan organisasi dapat mencapai tujuan. Sedangkan menurut Michael A. Hitt & R. Duane Ireland & Robert E.Hoslisson (1997) adalah proses untuk membantu organisasi dalam mengidentifikasi siapa yang ingin mereka capai, dan bagaimana seharusnya mereka mencapai hasil yang bernilai.

Adapun tujuan Manajemen Strategi adalah: Melaksanakan, mengevaluasi, meninjau dan mengkaji ulang situasi strategi serta melakukan berbagai penyesuaian dan koreksi jika terdapat penyimpangan di dalam pelaksanaan strategi serta senantiasa memperbarui strategi yang dirumuskan agar sesuai dengan perkembangan lingkungan eksternal secara efektif dan efisien.

3.      Definisi Manajemen Strategi Dakwah

Strategi pada hakekatnya adalah perencanaan (planning) dan manajemen untuk mencapai suatu tujuan. Tetapi untuk mencapai tujuan tersebut, strategi tidak hanya berfungsi sebagai peta jalan yang hanya menunjukkan arah saja, melainkan harus menunjukkan bagaimana teknik (cara) operasionalnya (Sofiatul Iman, 2017:5).

Dengan demikian, strategi dakwah merupakan perpaduan dari perencanaan (planning) dan manajemen dakwah untuk mencapai suatu tujuan. Di dalam mencapai tujuan tersebut, strategi dakwah harus dapat menunjukkan bagaimana operasionalnya secara teknik (taktik) yang harus dilakukan, dalam arti bahwa pendekatan (approach) bisa berbeda sewaktu-waktu bergantung pada situasi dan kondisi.

4.      Ruang Lingkup Manajemen Strategi Dakwah

Untuk teraturnya strategi dakwah, maka segala sesuatunya harus dikaitkan dengan komponen-komponen yang merupakan jawaban terhadap pertanyaan dalam rumus Lasswell, yaitu:

a.       Who? (Siapa da'i atau penyampai pesan dakwahnya?)

b.      Says What? (Pesan apa yang disampaikan?)

c.       In Which Channel? (Media apa yang digunakan?)

d.      To Whom? (Siapa mad'u-nya atau pendengarnya?)

e.       With What Effect? (Efek apa yang diharapkan?)

Pentingnya strategi dakwah adalah untuk mencapai tujuan, sedangkan pentingnya suatu tujuan adalah untuk mendapatkan hasil yang diharapkan. Fokus perhatian dari ahli dakwah memang penting untuk ditujukan kepada strategi dakwah, karena berhasil tidaknya kegiatan dakwah secara efektif banyak ditentukan oleh strategi dakwah itu sendiri.

Cara bagaimana kita menyampaikan pesan dakwah tersebut, kita dapat memperhatikan tiga tatanan (ruang lingkup) berikut:

a.       Dakwah secara tatap muka (face to face) : dapat melihat langsung apakah mad’u atau audiens memperhatikan proses dakwah dan memahami apa yang da’I sampaikan atau  tidak.

b.      Dakwah melalui media : perlunya menentukan media atau saluran untuk menyampaikan dakwah secara informatif.

c.       Peranan da'i dalam strategi dakwah : mempertimbangkan upaya untuk memunculkan daya tarik (Attention), kemudian minat mad’u untuk mengikuti apa yang disampaikan, serta mendapat action nyata dari perubahan perilaku mad’u kea rah yang lebih baik sesuai yang da’I inginkan.

REFERESNI

Hadi, H. S. (2019). Manajemen Strategi Dakwah di Era Kontemporer. Al-Hikmah: Jurnal Ilmu Dakwah Dan Pengembangan Masyarakat17(2), 69-78.

Penulis: Riris Rizki Maulida

Ditulis sebagai Tugas Mandiri mata kuliah Manajemen & Strategi Dakwah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

[ARTIKEL] “SELF-WORTH DALAM PANDANGAN ISLAM: PEMAHAMAN MENGENAI NILAI DIRI INDIVIDU”

Riris, Yusuf (Host Malam Puncak OSI Nasional & Festival Mahasantri 20025) Dalam menjalani sebuah proses kehidupan, individu bertahan s...