![]() |
| (Generate Image by Gemini AI) |
Ayat-ayat Mengenai Kewajiban Berdakwah
1.
Surah An-nahl (16) ayat 125
Terjemahan ayat : “Serulah (manusia)
kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah
mereka dengan cara yang lebih baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah yang lebih
mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya, dan Dia-lah yang lebih
mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.”
Penjelasan Tafsir : “Dakwahkan kepada mereka ke jalan Tuhanmu menuju Islam dengan hikmah, yaitu dengan perkataan yang bijaksana dan argumen yang jelas yang menunjukkan kebenaran dan menghilangkan keraguan. Dan 'mau'izhah hasanah' (pelajaran yang baik) adalah nasihat yang mengandung peringatan dan hikmah yang bermanfaat untuk mengajak orang-orang awam. Sedangkan 'jidal' (debat) dengan cara yang lebih baik adalah menggunakan pendekatan yang lembut dan sopan. Jika metode ini dapat membantu dalam meredakan hati mereka dan menjelaskan sesuatu kepada mereka, maka lakukanlah. Ketahuilah bahwa tugasmu hanyalah menyampaikan dan mengajak. Adapun hidayah (petunjuk) dan kesesatan adalah urusan Allah. Dia lebih mengetahui siapa yang sesat dan siapa yang diberi petunjuk, dan Dia yang memberi balasan kepada mereka.”
2. Surah
Ali Imron (3) ayat 104 dan 110
a. Ayat
104
Terjemahan
ayat : “Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan umat yang
menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang
mungkar; merekalah orang-orang yang beruntung.”
Penjelasan
Tafsir : “Hendaklah ada di antara kalian sekelompok orang yang
mengajak kepada kebaikan, menyuruh kepada yang makruf (perbuatan yang baik) dan
melarang dari yang mungkar (perbuatan buruk), karena perintah untuk berbuat
makruf dan mencegah kemungkaran termasuk dalam fardhu kifayah. Tidak semua
orang cocok untuk melakukan tugas ini karena membutuhkan kriteria tertentu.
Oleh sebab itu, tidak setiap orang pantas melaksanakannya, kecuali mereka yang
memiliki syarat-syarat khusus yang diperlukan.”
b. Ayat
110
Terjemahan
ayat : “Kalian adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk
manusia, menyuruh kepada yang makruf, mencegah dari yang mungkar, dan beriman
kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka.
Di antara mereka ada yang beriman, tetapi kebanyakan dari mereka adalah
orang-orang fasik.”
Penjelasan
Tafsir : Kalian adalah umat yang dipilih karena keutamaan dan
kebaikan yang ada pada kalian. Ayat ini menunjukkan bahwa kalian telah dipilih
menjadi umat terbaik di tengah manusia, seperti yang tertulis dalam ilmu Allah
atau di dalam Lauh Mahfuz. Umat ini menjadi umat pilihan karena memerintahkan
hal yang makruf (kebaikan), melarang kemungkaran, dan memiliki keimanan yang
kokoh kepada Allah.
Jika
Ahli Kitab (orang-orang Yahudi dan Nasrani) mengikuti ajaran ini dan beriman
dengan sungguh-sungguh, maka itu akan lebih baik bagi mereka, karena akan
membawa kepada keselamatan dunia dan akhirat. Namun, hanya sebagian kecil dari
mereka yang benar-benar beriman, seperti Abdullah bin Salam dan para
sahabatnya, sementara sebagian besar dari mereka adalah orang-orang fasik yang
mengabaikan kebenaran dan menolak beriman.
Konteks
ayat ini mengandung penguatan tentang perlunya umat Islam untuk tetap memegang
teguh prinsip amar makruf nahi mungkar dan pentingnya keimanan yang benar
sebagai syarat untuk menjadi umat yang berhasil.
3. Al-Maidah
(5) ayat 67, 78 dan 79
a. Ayat
67
Terjemahan
ayat : “Wahai
Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Jika kamu tidak
melakukannya, maka itu berarti kamu belum menyampaikan risalah-Nya. Allah akan
melindungimu dari manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada
kaum yang kafir.”
Penjelasan
Tafsir : “Wahai Rasul, sampaikan apa yang diwahyukan kepadamu
dari Tuhanmu, seluruhnya tanpa pengecualian, tanpa ada yang ditahan atau
disembunyikan, dari apa yang dapat membuat sebagian orang tidak menyukai
penyampaiannya. Jika kamu tidak menyampaikan semuanya, berarti kamu belum
menunaikan risalah Tuhanmu dengan sempurna. Ini seperti menyampaikan sebagian
dari rukun shalat yang akan menyebabkan kekurangan dalam penyampaian
dakwah."
Maka
dikatakan : 'Sampaikan seluruhnya,' seakan-akan dikatakan, 'Sampaikan semuanya
secara lengkap,' sehingga penyampaiannya utuh. Sebagian, jika tidak
disampaikan, akan mengurangi kesempurnaan, dan keseluruhan berarti pencegahan
dari hukuman dan keterlambatan pahala.
Diriwayatkan
dari Nafi', Ibnu Amir, dan Abu Bakr dengan bentuk jamak dan memecah kata
tersebut. Allah akan melindungimu dari manusia, dengan menjaga Nabi shallallahu
'alaihi wa sallam dari bahaya yang akan datang, dalam jaminan penjagaan yang
sempurna dari serangan para musuh.
Dan
diriwayatkan dari Anas r.a., bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam selalu
dijaga oleh para sahabat sampai turunnya ayat ini. Setelah ayat ini turun,
beliau berkata, “Pergilah kalian, karena sesungguhnya Allah telah melindungiku.”
Dan
tampak dari ayat ini bahwa wajib disampaikan seluruh yang telah diturunkan,
berulang kali, apa yang berkaitan dengan kepentingan para hamba, dan
dimaksudkan untuk mengungkapkan rahasia-rahasia Ilahiah, yang tidak
diperbolehkan untuk disembunyikan.
b. Ayat
78 – 79
Terjemahan
ayat : “Telah
dilaknat orang-orang kafir dari Bani Israil melalui lisan (ucapan) Nabi Daud
dan Isa putra Maryam. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan selalu
melampaui batas.” (78) “Mereka tidak saling melarang perbuatan mungkar yang
mereka lakukan. Sungguh sangat buruk apa yang telah mereka kerjakan.”
Penjelasan Tafsir : Allah melaknat orang-orang kafir dari Bani Israil melalui lisan Nabi Daud dan Isa putra Maryam karena mereka telah melanggar kitab Zabur dan Injil yang diturunkan kepada mereka. Sebelum itu, ketika mereka melanggar ketentuan hari Sabat, Allah Ta'ala melaknat mereka, dan orang-orang yang kafir serta melanggar ketentuan tersebut diubah bentuknya menjadi kera. Adapun para pengikut Isa, mereka dilaknat karena kekufuran mereka dan diubah bentuknya menjadi babi, karena pembangkangan mereka yang luar biasa. Mereka adalah sebanyak lima ribu orang. Nabi Isa berdoa atas mereka agar dilaknat, dan mereka berubah menjadi babi.
Mereka tidak
saling melarang dari kemungkaran yang mereka lakukan. Sebagian dari mereka
tidak mencegah sebagian yang lain dari perbuatan buruk yang mereka lakukan.
Mereka tidak melarang satu sama lain dari kemungkaran yang dilakukan sebagian
dari mereka, atau dari perbuatan buruk yang mereka ingin lakukan, atau mereka
tidak menahan diri untuk tidak melakukannya ketika ada orang yang mengingatkan.
Sangat buruk apa yang telah mereka lakukan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar