Sabtu, 03 Januari 2026

TAFSIR AL-BAIDHOWI

 

(Generate Image by Gemini AI)


Ayat-ayat Mengenai Kewajiban Berdakwah

1.     Surah An-nahl (16) ayat 125

Terjemahan ayat : “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah yang lebih mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya, dan Dia-lah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.”

Penjelasan Tafsir : “Dakwahkan kepada mereka ke jalan Tuhanmu menuju Islam dengan hikmah, yaitu dengan perkataan yang bijaksana dan argumen yang jelas yang menunjukkan kebenaran dan menghilangkan keraguan. Dan 'mau'izhah hasanah' (pelajaran yang baik) adalah nasihat yang mengandung peringatan dan hikmah yang bermanfaat untuk mengajak orang-orang awam. Sedangkan 'jidal' (debat) dengan cara yang lebih baik adalah menggunakan pendekatan yang lembut dan sopan. Jika metode ini dapat membantu dalam meredakan hati mereka dan menjelaskan sesuatu kepada mereka, maka lakukanlah. Ketahuilah bahwa tugasmu hanyalah menyampaikan dan mengajak. Adapun hidayah (petunjuk) dan kesesatan adalah urusan Allah. Dia lebih mengetahui siapa yang sesat dan siapa yang diberi petunjuk, dan Dia yang memberi balasan kepada mereka.”

2.     Surah Ali Imron (3) ayat 104 dan 110

a.     Ayat 104

Terjemahan ayat : “Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar; merekalah orang-orang yang beruntung.”

Penjelasan Tafsir : “Hendaklah ada di antara kalian sekelompok orang yang mengajak kepada kebaikan, menyuruh kepada yang makruf (perbuatan yang baik) dan melarang dari yang mungkar (perbuatan buruk), karena perintah untuk berbuat makruf dan mencegah kemungkaran termasuk dalam fardhu kifayah. Tidak semua orang cocok untuk melakukan tugas ini karena membutuhkan kriteria tertentu. Oleh sebab itu, tidak setiap orang pantas melaksanakannya, kecuali mereka yang memiliki syarat-syarat khusus yang diperlukan.”

b.     Ayat 110

Terjemahan ayat : “Kalian adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman, tetapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang fasik.”

Penjelasan Tafsir : Kalian adalah umat yang dipilih karena keutamaan dan kebaikan yang ada pada kalian. Ayat ini menunjukkan bahwa kalian telah dipilih menjadi umat terbaik di tengah manusia, seperti yang tertulis dalam ilmu Allah atau di dalam Lauh Mahfuz. Umat ini menjadi umat pilihan karena memerintahkan hal yang makruf (kebaikan), melarang kemungkaran, dan memiliki keimanan yang kokoh kepada Allah.

 

Jika Ahli Kitab (orang-orang Yahudi dan Nasrani) mengikuti ajaran ini dan beriman dengan sungguh-sungguh, maka itu akan lebih baik bagi mereka, karena akan membawa kepada keselamatan dunia dan akhirat. Namun, hanya sebagian kecil dari mereka yang benar-benar beriman, seperti Abdullah bin Salam dan para sahabatnya, sementara sebagian besar dari mereka adalah orang-orang fasik yang mengabaikan kebenaran dan menolak beriman.

Konteks ayat ini mengandung penguatan tentang perlunya umat Islam untuk tetap memegang teguh prinsip amar makruf nahi mungkar dan pentingnya keimanan yang benar sebagai syarat untuk menjadi umat yang berhasil.

3.     Al-Maidah (5) ayat 67, 78 dan 79

a.     Ayat 67

Terjemahan ayat :  “Wahai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Jika kamu tidak melakukannya, maka itu berarti kamu belum menyampaikan risalah-Nya. Allah akan melindungimu dari manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang kafir.”

Penjelasan Tafsir : “Wahai Rasul, sampaikan apa yang diwahyukan kepadamu dari Tuhanmu, seluruhnya tanpa pengecualian, tanpa ada yang ditahan atau disembunyikan, dari apa yang dapat membuat sebagian orang tidak menyukai penyampaiannya. Jika kamu tidak menyampaikan semuanya, berarti kamu belum menunaikan risalah Tuhanmu dengan sempurna. Ini seperti menyampaikan sebagian dari rukun shalat yang akan menyebabkan kekurangan dalam penyampaian dakwah."

Maka dikatakan : 'Sampaikan seluruhnya,' seakan-akan dikatakan, 'Sampaikan semuanya secara lengkap,' sehingga penyampaiannya utuh. Sebagian, jika tidak disampaikan, akan mengurangi kesempurnaan, dan keseluruhan berarti pencegahan dari hukuman dan keterlambatan pahala.

Diriwayatkan dari Nafi', Ibnu Amir, dan Abu Bakr dengan bentuk jamak dan memecah kata tersebut. Allah akan melindungimu dari manusia, dengan menjaga Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dari bahaya yang akan datang, dalam jaminan penjagaan yang sempurna dari serangan para musuh.

Dan diriwayatkan dari Anas r.a., bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam selalu dijaga oleh para sahabat sampai turunnya ayat ini. Setelah ayat ini turun, beliau berkata, “Pergilah kalian, karena sesungguhnya Allah telah melindungiku.”

Dan tampak dari ayat ini bahwa wajib disampaikan seluruh yang telah diturunkan, berulang kali, apa yang berkaitan dengan kepentingan para hamba, dan dimaksudkan untuk mengungkapkan rahasia-rahasia Ilahiah, yang tidak diperbolehkan untuk disembunyikan.

b.     Ayat 78 – 79

Terjemahan ayat :  “Telah dilaknat orang-orang kafir dari Bani Israil melalui lisan (ucapan) Nabi Daud dan Isa putra Maryam. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas.” (78) “Mereka tidak saling melarang perbuatan mungkar yang mereka lakukan. Sungguh sangat buruk apa yang telah mereka kerjakan.”

Penjelasan Tafsir : Allah melaknat orang-orang kafir dari Bani Israil melalui lisan Nabi Daud dan Isa putra Maryam karena mereka telah melanggar kitab Zabur dan Injil yang diturunkan kepada mereka. Sebelum itu, ketika mereka melanggar ketentuan hari Sabat, Allah Ta'ala melaknat mereka, dan orang-orang yang kafir serta melanggar ketentuan tersebut diubah bentuknya menjadi kera. Adapun para pengikut Isa, mereka dilaknat karena kekufuran mereka dan diubah bentuknya menjadi babi, karena pembangkangan mereka yang luar biasa. Mereka adalah sebanyak lima ribu orang. Nabi Isa berdoa atas mereka agar dilaknat, dan mereka berubah menjadi babi.

Mereka tidak saling melarang dari kemungkaran yang mereka lakukan. Sebagian dari mereka tidak mencegah sebagian yang lain dari perbuatan buruk yang mereka lakukan. Mereka tidak melarang satu sama lain dari kemungkaran yang dilakukan sebagian dari mereka, atau dari perbuatan buruk yang mereka ingin lakukan, atau mereka tidak menahan diri untuk tidak melakukannya ketika ada orang yang mengingatkan. Sangat buruk apa yang telah mereka lakukan.


Penulis: Riris Rizki Maulida
Ditulis sebagai Tugas Mandiri mata kuliah Tafsir

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

[ARTIKEL] “SELF-WORTH DALAM PANDANGAN ISLAM: PEMAHAMAN MENGENAI NILAI DIRI INDIVIDU”

Riris, Yusuf (Host Malam Puncak OSI Nasional & Festival Mahasantri 20025) Dalam menjalani sebuah proses kehidupan, individu bertahan s...